Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

CDC Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Cacar Monyet, Masyarakat Diminta Pakai Masker di Luar Ruangan

Kompas.com - 08/06/2022, 17:03 WIB
Zintan Prihatini,
Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Tim Redaksi

Sumber Fox News

KOMPAS.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, baru-baru ini menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap cacar monyet menjadi level 2.

Pada Senin, 6 Juni 2022 lalu mereka juga meminta agar masyarakat dan para wisatawan tetap menggunakan masker selama berada di luar ruangan maupun area publik.

Berdasarkan catatan CDC kasus cacar monyet atau monkeypox di Amerika Serikat bertambah menjadi 21 orang.

Sementara di seluruh dunia, lembaga itu menyebut kasus cacar monyet kini sudah melampaui 1.000 kasus.

Kendati penyakit ini tidak menunjukkan peningkatan infeksi yang signifikan seperti pada Covid-19, faktanya cacar monyet telah menyebar ke berbagai negara non-endemik di luar Afrika sejak Maret 2022.

Baca juga: Amerika Serikat Laporkan Temuan 2 Strain Cacar Monyet Berbeda di Negaranya

"Kasus cacar monyet telah dilaporkan di Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Asia, dan Australia," kata CDC dilansir dari Fox News, Senin (6/6/2022).

"Beberapa kasus dilaporkan pada pria yang berhubungan seks dengan pria. Beberapa kasus juga dilaporkan dialami orang yang tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi," lanjut mereka.

Dijelaskan ilmuwan dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Amesh Adalja cacar monyet mungkin tidak terdeteksi di negara-negara Barat, karena dianggap sebagai infeksi menular seksual (IMS).

Sebab, dari sejumlah kasus IMS yang ada di sana memiliki gejala serupa dengan cacar monyet.

Adapun gejala cacar monyet yang dilaporkan saat ini mirip dengan flu. Waspada cacar monyet, sebab gejala setelahnya bisa berkembang menjadi pembengkakan kelenjar getah bening dan muncul ruam di seluruh tubuh serta wajah.

Baca juga: Cacar Monyet di Inggris Mungkin Telah Menyebar Bertahun-tahun, Ahli Jelaskan

Ilustrasi cacar monyet, apa itu cacar monyet, gejala cacar monyet, penyebab cacar monyet. Shutterstock/Paco Burgada Ilustrasi cacar monyet, apa itu cacar monyet, gejala cacar monyet, penyebab cacar monyet.

Selanjutnya, akan muncul lesi yang menyakitkan kulit di sekitar ruam dan mengering lalu rontok sekitar 15 hingga 20 hari kemudian.

"Apa yang mungkin terjadi adalah penyakit menular endemik dari Afrika menyebar melalui kontak sosial dan seksual. Kemudian makin cepat akibat peristiwa besar, seperti rave di Belgia, lalu menyebar ke seluruh dunia," paparnya.

Sebelumnya, dilansir dari ABC News, Sabtu (4/6/2022), Wakil Direktur CDC Jennifer McQuiston, juga mengungkapkan sangat mungkin ada kasus cacar monyet di negaranya yang tidak terdeteksi meski tidak terlalu banyak.

Sejauh ini, kata dia, analisis terhadap lebih banyak pasien cacar monyet masih diperlukan untuk menentukan berapa lama penyakit ini telah beredar di Amerika Serikat maupun di negara lain.

Baca juga: WHO: Cacar Monyet Berisiko Sedang Terhadap Kesehatan Dunia

Walaupun jenis virus tersebut tidak menyebabkan keparahan, ia menegaskan masyarakat tetap perlu waspada dan tidak mengabaikan risiko penularannya.

Cacar monyet sendiri bisa ditularkan melalui kontak fisik dekat.

Oleh karena itu, CDC tengah berusaha untuk mendalami karakteristik dari infeksi cacar monyet ataupun adanya potensi lebih banyak kasus yang akan dilaporkan.

Sementara ini, CDC menyebut sudah ada 30 negara non-endemik yang melaporkan kasus positif cacar monyet, berikut daftarnya.

  1. Argentina
  2. Australia
  3. Austria
  4. Belgia
  5. Kanada
  6. Republik Ceko
  7. Denmark
  8. Inggris
  9. Finlandia
  10. Perancis
  11. Jerman
  12. Gibraltar
  13. Hungaria
  14. Irlandia
  15. Israel
  16. Italia
  17. Malta
  18. Meksiko
  19. Maroko
  20. Belanda
  21. Irlandia Utara
  22. Norwegia
  23. Portugal
  24. Skotlandia
  25. Slovenia
  26. Spanyol
  27. Swedia
  28. Swiss
  29. Uni Emirat Arab
  30. Amerika Serikat

Baca juga: Lebih dari 20 Negara Laporkan Kasus Cacar Monyet, Ini Kata WHO

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com