Hemoglobin, Senyawa Protein yang Berkombinasi dengan Senyawa Hemin

Kompas.com - 11/02/2022, 12:30 WIB

KOMPAS.com - Pernah merasa pusing hingga merasa ingin pingsan? Bisa jadi Anda kekurangan hemoglobin.

Hemoglobin

Senyawa protein yang berkombinasi dengan senyawa hemin disebut hemoglobin. Hemoglobin adalah bagian dari darah yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Hemoglobin juga sering dikenal dengan istilah Hb.

Ketika sedang berikatan dengan oksigen, maka hemoglobin akan berwarna merah terang. Ketika oksigen sudah diantarkan ke jaringan tubuh, hemoglobin yang tidak membawa oksigen akan berwarna ungu kebiruan.

Pembentukan hemoglobin

Hemoglobin dibentuk di organ sumsum tulang belakang. Setelah hemoglobin habis masa hidupnya, hemoglobin akan dipecah di organ hati.

Zat-zat hasil penguraian hemoglobin tersebut akan digunakan oleh tubuh. Sisa zat besi dari hemoglobin akan digunakan kembali untuk memproduksi sel darah merah yang baru. Zat besi akan dibawa ke sumsum tulang belakang oleh protein bernama transferin.

Sedangkan zat sisa lainnya akan menjadi bahan kelenjar empedu untuk memproduksi bilirubin. Bilirubin adalah zat yang akan menyebabkan feses berwarna kuning kecokelatan.

Baca juga: Struktur dan Fungsi Hemoglobin

Kelainan akibat hemoglobin

Hemoglobin yang normal dipengaruhi bentuk dan jumlah kandungannya di dalam darah. Bentuk hemoglobin yang normal adalah bulat dengan bagian pinggirnya lebih tebal dan bagian tengahnya lebih tipis.

Nilai Hb normal pada pria dewasa adalah 14-18 g/dL, sedangkan pada wanita dewasa adalah 12-16 g/dL. Jika terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka hemoglobin bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Berikut adalah penyakit akibat hemoglobin:

  • Anemia sickle cell: anemia yang disebabkan bentuk hemoglobin tidak normal atau berbentuk bulan sabit. Penyakit ini diturunkan secara genetik.
  • Anemia: kondisi jika Hb terlalu rendah. Bisa terjadi karena kekurangan zat besi atau sebagai gejala dari penyakit yang menyerang sumsum tulang.
  • Talasemia: kondisi yang diturunkan secara genetik yang ditandai dengan Hb terlalu rendah, Pada pasien talasemia, tubuh tidak bisa membentuk protein yang berikatan menjadi hemoglobin.
  • Hb terlalu tinggi: biasanya merupakan manifestasi dari penyakit yang lebih serius, seperti fibrosis paru-paru, kelainan jantung bawaan, dan dehidrasi.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.