Kompas.com - 28/01/2022, 20:05 WIB

KOMPAS.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa Sulawesi merupakan pulau yang menjadi pusat penemuan spesies baru di Indonesia sepanjang 2021.

Hal ini dikarenakan pada akhir 2021, BRIN berhasil mencatat 88 penemuan jenis baru yang telah dideskripsikan, dan hampir 80 persen spesies baru tersebut ditemukan di Sulawesi.

Daftar spesies baru dari Sulawesi

Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati (OR-IPH) BRIN, Ilman Hidayat mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan kekayaan biodiversitas terbesar di dunia yang meliputi kekayaan hayati darat dan laut. 

Baca juga: BRIN Temukan 7 Spesies Tanaman Baru di Indonesia, Apa Saja?

Namun, jumlah yang berhasil diungkap dan terekam saat ini masih minim. 

“Beberapa peneliti memperkirakan jumlah keanekaragaman hayati yang sudah ditemukan saat ini baru sekitar 10 persen dari total potensi keanekaragaman hayati yang ada,” dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (28/1/2022).

Dari 88 penemuan jenis baru ditemukan di Sulawesi tahun 2021 itu, 75 spesiesnya adalah fauna dan 13 spesies lainnya adalah flora.

Ilman menjelaskan, dari keseluruhan penemuan tersebut, hampir sebagian besar spesies baru yang ditemukan merupakan endemik flora dan fauna dari lokasi penemuannya.

Hanya lima spesies berasal dari spesimen yang sampelnya diambil dari luar pulau Indonesia, yaitu Papua Nugini, sisanya mayoritas dari Pulau Sulawesi. 

Lokasi penemuan spesimen lainnya yang berhasil diidentifikasikan pada tahun 2022 selain Sulawesi adalah dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan beberapa pulau Indonesia lainnya.

Dari 75 spesies fauna baru yang berhasil diidentifikasikan, 68 persen fauna endemik dari Sulawesi.

Fauna endemik Sulawesi ini merupakan kelompok jenis baru kumbang, celurut, ular, cacing, udang dan ikan. 

Sedangnya 32 persen sisanya berasal dari kelompok coleoptera, cicak, kadal, katak, kecoa, burung, ikan, isopoda,dan krustasea yang ditemukan di beberapa tempat di Indonesia dan Papua Nugini.

Sementara itu dari 13 spesies flora yang ditemukan 54 persen dari Sulawesi. 

Jenis flora yang ditemukan antara lain begonia, jahe-jahean, anggrek, Cyrtandra, Bulbophyllum, Artocarpus. Sedangkan sisanya ditemukan di Pulau Sumatera, Jawa Barat dan Filipina. 

Berikut beberapa jenis spesies baru yang ditemukan dan diidentifikasi di Sulawesi pada tahun 2021 oleh penelliti dari BRIN.

1. Kumbang- Coleoptera

Peneliti Pusat Riset Biologi (PRB), Pramesa Narakusumo mengatakan, jenis kumbang menjadi spesies fauna yang paling banyak ditemukan, terutama di Sulawesi.

Pramesa menjelaskan, terdapat 28 kumbang moncong (Insecta: Coleoptera: Curculionidae) berasar dari genus trigonopterus. 

Sementara, peneliti PRB lainnya Sih Kahono juga menemukan lima spesies coleoptera yakni 3 dari genus merklomaia, dan masing-masing satu dari genus barongus, enaceratos, dan margites.

2. Mamalia- Celurut

Sementara itu, untuk 14 celurut jenis baru yang termasuk genus crocidura, juga diyakini fauna endemik Sulawesi. 

Peneliti Ahli Madya BRIN sekaligus Pelaksana tugas Kepala Pusat Riset Biologi BRIN, Anang S. Achmadi bersama dengan Jake Esselstyn, ahli mamalia dari Lousiana State University (LSU), Amerika Serikat dan Kevin C. Rowe, ahli mamalia dari Museum Victoria Australia menyatakan jika penemuan ini menjadi penemuan terbesar dari kelompok mamalia yang terpublikasikan sejak tahun 1931.

3. Reptil- Cecak

Beberapa reptil jenis baru juga dtemukan Awal Riyanto, Peneliti Zoologi dari Pusat Penelitian Biologi yaitu cecak jenis baru yang diberi nama Cyrtodactylus hamidy (Cecak Jarilengkung) dari Kalimantan dan ular jenis baru dengan nama Oligodon tolaki dari Sulawesi dan kadal bernama ilmiah Gonocephalus megalepis dari Sumatera.

Baca juga: Lebih dari 500 Spesies Baru Sepanjang 2021, dari Dinosaurus hingga Tanaman

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.