Kompas.com - 31/07/2021, 19:07 WIB
Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut. AFP/ANTHONY WALLACEFoto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Setelah mewabah selama lebih dari satu tahun, Covid-19 telah menyumbang permasalahan baru bagi lingkungan.

Sampah masker sekali pakai dan sarung tangan lateks mulai memenuhi selokan, sungai, hingga pantai.

Dilansir dari IFL Science, Opération Mer Propre, kelompok konservasi laut asal Prancis, rutin melakukan operasi pembersihan laut.

Baru-baru ini, mereka melaporkan bahwa banyak ditemukan potongan alat pelindung diri di Laut Mediterania.

Ketika melaksanakan operasi pembersihan laut pada bulan Mei 2020, Opération Mer Propre pertama kali menemukan sampah masker di Laut Mediterania.

Baca juga: CDC Sebut Varian Delta Menular Secepat Cacar Air, Ahli: Tetap Pakai Masker Sampai Pandemi Usai

“Ini baru permulaan dan apabila tidak ada perubahan dalam menanganinya, maka sampah-sampah tersebut bisa menciptakan bencana ekologis dan kesehatan yang nyata,” ujar Opération Mer Propre.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa kota di Amerika Serikat (AS) juga melaporkan temuan limbah masker sekali pakai dan sarung tangan lateks yang menyumbat selokan dan saluran air.

Terkait hal ini, Enviromental Protection Agency AS mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk membuang alat perlindungan diri dengan cara yang benar.

Misalnya, tidak membuang masker sekali pakai, tisu desinfektan, atau sarung tangan lateks ke lubang toilet.

Sampah-sampah tersebut juga tidak boleh dibuang di tempah sampah daur ulang karena memungkinkan adanya kontaminasi patogen yang berbahaya.

Baca juga: Makan di Tempat 20 Menit, Ahli: Virus Corona Mengincar Orang Tanpa Masker

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.