Kompas.com - 25/07/2021, 10:05 WIB
Ilustrasi pterosaurus, spesies reptil terbang dari zaman dinosaurus. Potongan fosil di Maroko mengungkap spesies pterosaurus kecil. SHUTTERSTOCK/WarpaintIlustrasi pterosaurus, spesies reptil terbang dari zaman dinosaurus. Potongan fosil di Maroko mengungkap spesies pterosaurus kecil.

KOMPAS.com - Sebuah studi baru mengungkap, jika bayi pterosaurus bisa terbang dalam beberapa jam atau bahkan menit setelah menetas.

Sayap mereka, menurut peneliti sudah ideal untuk penerbangan bertenaga.

Mengutip Science Daily, Sabtu (24/7/2021) pterosaurus adalah sekelompok reptil terbang yang hidup selama Periode Trias, Jurassic, dan Cretaceous (228 hingga 66 juta tahun yang lalu).

Tapi tak banyak hal yang diketahui mengenai pterosaurus ketika masih bayi, contohnya kapan mereka mulai terbang untuk pertama kali. Alasannya adalah kelangkaan fosil telur dan embrio yang jarang sekali ditemukan.

Baca juga: Misteri Asal Usul Reptil Purba Pterosaurus Terungkap, Seperti Apa?

Hal tersebut membuat peneliti mengalami kesulitan untuk melakukan studi.

Namun kini, dalam studi yang dipublikasikan di Scientific Reports, peneliti berhasil mengungkap bahwa bayi pterosaurus dapat terbang usai menetas. Studi menemukan bahwa tulang mereka cukup kuat untuk terbang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Temuan tersebut didapat setelah peneliti memodelkan kemampuan terbang pterosaurus menggunakan pengukuran sayap yang diperoleh sebelumnya dari empat fosil bayi dan embrio dari dua spesies pterosaurus, Pterodaustro guinazui dan Sinopterus dongi.

Mereka juga membandingkan ukuran sayap bayi dengan ukuran sayap dewasa dari spesies yang sama dan membandingkan kekuatan tulang humerus, yang merupakan bagian dari sayap, dari tiga bayi dengan 22 pterosaurus dewasa.

"Meski kami telah mengetahui tentang pterosaurus selama lebih dari dua abad, kami baru memiliki fosil embrio dan bayi mereka sejak 2004. Kami masih mencoba memahami awal tahap kehidupan hewan-hewan ini," ungkap Mark Witton dari University of Portsmouth.

Hasil analisis peneliti kemudian menemukan bahwa hewan kecil ini, dengan lebar sayap 25 cm dan tubuh seukuran telapak tangan, adalah penerbang yang kuat dan cakap.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.