Kompas.com - 08/07/2021, 09:04 WIB
Ilustrasi obat Kevzara untuk Covid-19 ShutterstockIlustrasi obat Kevzara untuk Covid-19

KOMPAS.comWorld Health Organization (WHO) merilis rekomendasi perawatan pasien Covid-19 dengan menambahkan obat interleukin 6 receptor blockers. Golongan obat ini bisa menyelamatkan nyawa pasien Covid-19 dengan gejala berat dan kritis, disertai dengan pemberian obat kortikosteroid.

Rekomendasi ini dikeluarkan berdasarkan 27 percobaan klinis yang melibatkan lebih dari 10.000 pasien yang diinisiasi oleh WHO. Obat yang diuji coba dari golongan obat ini adalah Tocilizumab (Actemra) dan Sarilumab (Kevzara).

Baca juga: Mengenal Actemra, Obat Rekomendasi WHO untuk Pasien Covid-19

Penelitian ini menunjukkan bahwa obat tersebut bisa menurunkan angka kematian pada pasien covid hingga 13 persen dibandingkan dengan perawatan biasa tanpa obat ini.

Golongan obat ini adalah obat kedua yang dinyatakan efektif untuk mengatasi covid setelah kortikosteroid. Sebelumnya, kortikosteroid direkomendasikan oleh WHO untuk covid pada September 2020.

Kondisi pasien covid dengan gejala parah dan kritis

Pasien dengan gejala parah dan kritis akan mengalami reaksi sistem imun yang berlebihan akibat infeksi, atau yang dikenal dengan istilah badai sitokin. Pada kondisi ini, pasien akan mengalami inflamasi pada seluruh tubuh dan ini sangat berbahaya bagi keselamatan pasien.

Salah satu kondisi yang sering muncul akibat badai sitokin pada pasien covid adalah acute respiratory distress syndrome (ARDS). Kondisi ini disebabkan oleh meningkatnya interleukin 6 atau IL-6.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: WHO Rekomendasikan Obat Actemra dan Kevzara untuk Covid-19

Apa itu obat Kevzara

Kevzara adalah nama dagang obat yang berisi Sarilumab. Ini adalah obat biologi yang digunakan untuk mengobati pasien dengan rheumatoid arthritis sedang hingga parah.

Kevzara bekerja dengan mekanisme memblok molekul reseptor interleukin 6 untuk meredakan inflamasi yang terjadi secara berlebihan di tubuh pasien. Pada pasien rheumatoid arthritis dan Covid-19 ditemukan bahwa pasien memiliki kadar IL-6 yang tinggi yang menyebabkan badai sitokin dan inflamasi menyeluruh.

Cara penggunaan Kevzara

Kevzara merupakan obat dalam sediaan cair yang sudah berada di dalam syringe. Untuk mengobati rheumatois arhtritis, pasien hanya perlu menyuntikkan obat ini dua minggu sekali. Obat ini diberikan dengan menyuntikkannya di bawah kulit atau subkutan.

Baca juga: Tidak Hanya Plasma Konvalesen, Ini Pilihan Terapi Covid-19

Efek samping Kevzara

Setiap obat yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia pasti memiliki efek samping. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan obat Kevzara.

  • Karena mekanisme utama Kevzara adalah menurunkan reaksi imun, pasien yang menggunakan obat ini harus berhati-hati terhadap kemungkinan terkena infeksi lainnya.
  • Gangguan saluran pencernaan, seperti diare hingga perforasi usus.
  • Gatal dan kemerahan di tempat penyuntikan obat.

Itulah cara kerja dan efek samping obat Kevzara untuk mengobati Covid-19 sesuai dengan rekomendasi terbaru dari WHO.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.