Kompas.com - 08/06/2021, 20:30 WIB
Ilustrasi ayam jantan. Ilustrasi ayam jantan.

KOMPAS.com - Apa yang terjadi pada ayam-ayam ribuan tahun lalu rupanya beda cerita dengan saat ini.

Arkeolog menemukan, jika ayam purba hidup jauh lebih lama dari ayam modern karena dianggap keramat dan bukan merupakan makanan.

Dalam studinya itu, ahli mengembangkan metode pertama yang dapat digunakan untuk menemukan usia unggas yang hidup ribuan tahun yang lalu.

Baca juga: Peneliti Ungkap Domestikasi Ayam Pertama Terjadi di Asia

Penelitian menunjukkan, bahwa ayam-ayam tersebut ternyata hidup sampai usia lanjut dan dipelihara untuk ritual pengorbanan atau sabung ayam daripada untuk produksi daging atau telur.

Mengutip Phys, Selasa (8/6/2021) sebagai perbandingan ayam modern hanya hidup beberapa minggu.

Namun selama Zaman Besi, Romawi, dan Saxon, unggas tersebut bisa hidup sampai usia dua, tiga, atau bahkan empat tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menghitung usia unggas memang cukup sulit dilakukan, karena teknik yang digunakan untuk mamalia seperti penyatuan tulang dan kausan gigi tak tersedia.

Untungnya, peneliti akhirnya menemukan metode baru berdasarkan ukuran taji, bagian atau tonjolan keras pada kaki ayam jantan.

Metode baru ini diuji pada burung modern yang sudah diketahui usianya dan kemudian diterapkan pada spesimen purba.

Hal ini memungkinkan para ahli untuk merekonstruksi demografi unggas domestik dari Zaman Besi hingga Modern Awal di Inggris untuk mengungkapkan perubahan dalam hubungan antara manusia dan unggas.

Baca juga: Ahli Temukan Guci Keramik Berusia 2.300 Tahun, Berisi Kutukan untuk 55 Orang

 

Dari hasil pengujian, peneliti lantas menemukan lebih dari 50 persen ayam berusia di atas dua tahun dan sekitar 25 persen di atas tiga tahun.

"Unggas domestik diperkenalkan pada Zaman Besi dan kemungkinan memiliki status khusus, di mana mereka dipandang suci daripada sebagai makanan," papar Dr. Sean Doherty, peneliti dari University of Exeter yang memimpin studi.

"Sebagian besar ayam tak menunjukkan bukti adanya pemotongan dan dikubur sebagai kerangka lengkap," lanjutnya.

Studi pun menunjukkan, dengan status berharganya itu ayam di Zaman Besi hingga Saxon dapat bertahan hidup melewati kematangan seksual.

Baca juga: Dinosaurus Kecil Seukuran Ayam Ini Punya Penglihatan Sangat Tajam

Para peneliti juga melakukan pengukuran dari 1.368 tulang kaki unggas domestik dari situs Inggris yang berasal dari Zaman Besi hingga periode modern untuk merekonstruksi usia ketika mereka telah mati dan jenis kelamin mereka.

Hal tersebut mengungkapkan selama Zaman Besi dan periode Romawi ada lebih banyak ayam jantan daripada ayam betina, kemungkinan karena popularitas sabung ayam pada periode tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.