Kompas.com - 08/05/2021, 12:02 WIB
Ilustrasi Shuvuuia, dinosaurus kecil seukuran ayam. Kerabat T-rex ini hidup di gurun yang sekarang Mongolia, memiliki kemampuan berburu di malam hari, dengan penglihatan yang tajam dan pendengaran yang luar biasa. Viktor Radermaker via REUTERSIlustrasi Shuvuuia, dinosaurus kecil seukuran ayam. Kerabat T-rex ini hidup di gurun yang sekarang Mongolia, memiliki kemampuan berburu di malam hari, dengan penglihatan yang tajam dan pendengaran yang luar biasa.


KOMPAS.com- Shuvuuia adalah spesies dinosaurus kecil seukuran ayam yang tinggal di gurun. Ilmuwan mengungkapkan dinosaurus ini punya penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam.

Studi baru ini dipimpin oleh Profesor Jonah Choiniere dari University of the Witwatersrand, Johannesburg, Afrika Selatan.

Choiniere menggunakan CT scan dan pengukuran terperinci untuk mengumpulkan informasi tentang ukuran dari hampir 100 spesies burung dan dinosaurus yang telah punah.

Saat ini ada sekitar 10.000 spesies burung yang diketahu manusia di bumi. Spesies ini hidup di hampir setiap habitat yang bisa dibayangkan, namun hanya sebagian kecil yang yang beradaptasi untuk berburu mangsa di kegelapan malam.

Dilansir dari Independent, Sabtu (8/5/2021), semua burung modern adalah keturunan langsung dari dinosaurus theropoda, seperti Velociraptors dan Tyrannosaurus rex (T-rex).

Baca juga: Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Sejak lama, para ilmuwan bertanya-tanya, apakah kerabat dari pemburu-pemburu tangguh ini ada yang memiliki kemampuan untuk mengintai mangsanya di tengah malam.

Dan ternyata kerabat para dinosaurus karnivora ini adalah spesies berukuran kecil, yakni shuvuuia. Spesies dinosaurus yang dikenal sebagai alvarezsaurus.

Spesies dinosaurus kecil ini memiliki pendengaran dan penglihatan malam yang luar biasa.

Memiliki tulang telinga yang sangat besar, hal ini, menurut ilmuwan menunjukkan bahwa shuvuuia dapat berburu dalam kegelapan total.

Dalam studi tersebut, para tim peneliti ini mengukur pendengaran dinosaurus kecil seukuran ayam tersebut dengan mengukur panjang lagena, organ yang memproses informasi suara yang masuk, dan disebut koklea pada mamalia.

Baca juga: Lebih Ganas dari T-Rex, Dinosaurus Predator Ini Ditemukan di Argentina

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X