Kompas.com - 05/05/2021, 19:30 WIB
Ilustrasi misi ke Bulan. NASA kembali menemukan bukti keberadaan air di permukaan Bulan. Penemuan air ini menjadi harapan untuk mewujudkan pangkalan bulan. NASAIlustrasi misi ke Bulan. NASA kembali menemukan bukti keberadaan air di permukaan Bulan. Penemuan air ini menjadi harapan untuk mewujudkan pangkalan bulan.


KOMPAS.com- Para ahli di University of Arkansas membuat peta bulan baru untuk membantu memandu misi eksplorasi bulan di masa depan.

Peta bulan tersebut dibuat oleh tim magang dari Lunar and Planetary Institute, termasuk Ellen Czaplinski, peneliti mahasiswa pascasarjana University of Arkansas di Arkansas Center for Planetary Sciences, Amerika Serikat.

Dilansir dari Science Daily, Rabu (5/5/2021), peta yang disusun termasuk jalur penjelajahan di lembah Schrodinger, sebuah area yang sangat penting secara geologis di Bulan.

Para ahli ini mengidentifikasi fitur geologi yang signifikan dari lembah Schrodinger yang berada di dekat kutub selatan Bulan. Wilayah ini pun menjadi bagian penting dalam penyusunan peta Bulan untuk misi masa depan.

Baca juga: AS Gaet Para Astronot Jepang untuk Eksplorasi Bulan

 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lembah Schrodinger adalah cekungan kedua di Bulan dan mencakup fitur kerak bumi yang beragam, serta jenis batuan yang penting untuk memahami sejarah geologi Bulan.

"Ketika cekungan Schrodinger terbentuk, beberapa batuan ini (karakteristik fisik umum batuan) mungkin terangkat dari tempat yang sangat dalam di bawah permukaan bulan," kata Czaplinski yang juga menjadi penulis utama makalah yang diterbitkan di The Planetary Science Journal.

Oleh karena itu, lanjut Czaplinski, menyelidiki batuan ini dari dekat sangat penting untuk menjawab tujuan sains prioritas tinggi.

Pada tahun 2007, National Research Council menguraikan tujuan ilmiah dan sasaran misi ke bulan di masa depan. Peta bulan baru yang dikembangkan para ahli ini diharapkan dapat membantu misi eksplorasi bulan di masa depan.

Baca juga: Selain Wanita, NASA Bakal Kirim Manusia Lain ke Bulan di Misi Artemis

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Erick Thohir Sebut Akan Produksi 4 Juta Ivermectin Per Bulan, Bagaimana Potensinya untuk Covid?

Oh Begitu
Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Kering dan Menebal

Mengenal Psoriasis, Penyakit Kulit Kering dan Menebal

Kita
Ini Kata Ahli tentang Minum Obat untuk Cegah Efek Samping Vaksin

Ini Kata Ahli tentang Minum Obat untuk Cegah Efek Samping Vaksin

Kita
Hewan Ini Diprediksi Bakal Selamat dari Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Hewan Ini Diprediksi Bakal Selamat dari Perubahan Iklim, Kok Bisa?

Fenomena
6 Manfaat Brokoli, Sayur yang Termasuk Super Food

6 Manfaat Brokoli, Sayur yang Termasuk Super Food

Oh Begitu
Tak Hanya Varian Delta, Mutasi Virus Corona Lain Juga Mengkhawatirkan

Tak Hanya Varian Delta, Mutasi Virus Corona Lain Juga Mengkhawatirkan

Oh Begitu
Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PSBB Ketat, Bukan PPKM Mikro

Epidemiolog Tegaskan Indonesia Butuh PSBB Ketat, Bukan PPKM Mikro

Kita
Hiu Terus Berenang Sepanjang Hidup, Begini Cara Mereka Istirahat

Hiu Terus Berenang Sepanjang Hidup, Begini Cara Mereka Istirahat

Oh Begitu
Studi: Varian Alpha dan Beta Tidak Sebabkan Viral Load Virus Corona Tinggi

Studi: Varian Alpha dan Beta Tidak Sebabkan Viral Load Virus Corona Tinggi

Fenomena
Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan, Studi Ini Jelaskan

Bumi Terjebak Panas pada Tingkat Mengkhawatirkan, Studi Ini Jelaskan

Fenomena
LIPI Deteksi 44 Kasus Covid-19 Varian Delta dari Sampel Karawang

LIPI Deteksi 44 Kasus Covid-19 Varian Delta dari Sampel Karawang

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Tercapainya Herd Immunity di Indonesia Masih Sangat Jauh | Cara Membersihkan Ginjal

[POPULER SAINS] Tercapainya Herd Immunity di Indonesia Masih Sangat Jauh | Cara Membersihkan Ginjal

Oh Begitu
Meski Jarang Terjadi, Sindrom Peradangan Bisa Menyerang Orang Dewasa Pasca Covid-19

Meski Jarang Terjadi, Sindrom Peradangan Bisa Menyerang Orang Dewasa Pasca Covid-19

Oh Begitu
Bahan Alami untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Bahan Alami untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Oh Begitu
Peneliti Sebut Pola Makan Bisa Pengaruhi Risiko Covd-19 Gejala Parah

Peneliti Sebut Pola Makan Bisa Pengaruhi Risiko Covd-19 Gejala Parah

Oh Begitu
komentar
Close Ads X