Kompas.com - 12/04/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi astronot NASA dalam misi Artemis yang akan kembali ke Bulan pada tahun 2024 mendatang. Akibat pandemi virus corona, pembuatan roket atau wahana antariksa, Orion harus ditunda. NASAIlustrasi astronot NASA dalam misi Artemis yang akan kembali ke Bulan pada tahun 2024 mendatang. Akibat pandemi virus corona, pembuatan roket atau wahana antariksa, Orion harus ditunda.

KOMPAS.com - Selain mengirim wanita ke Bulan untuk pertama kalinya, Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) juga akan mendaratkan manusia dengan kulit berwarna lewat misi Artemis.

Hal ini disampaikan Penjabat Administrator NASA Steve Jurczyk, Jumat (9/4/2021).

Setelah pengumuman itu, pada Sabtu (10/4/2021), pemerintahan Presiden Joe Biden mengajukan proposal anggaran yang menguraikan prioritasnya untuk pengeluaran tahun fiskal 2022 kepada Kongres.

Anggaran yang diusulkan termasuk peningkatan pendanaan yang akan mendukung pengembalian sampel Mars, penelitian, ilmu iklim, dan lainnya di NASA.

Baca juga: NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Jurczyk menanggapi berita tersebut dam mengatakan NASA akan mendaratkan orang kulit berwarna pertama ke bulan dalam program Artemis. Misi ini bertujuan untuk mengirim manusia ke permukaan bulan.

"Permintaan pendanaan ini membuat NASA tetap berada di jalur untuk mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama ke bulan di bawah program Artemis. Tujuan ini sejalan dengan komitmen Presiden Biden untuk mengejar pendekatan komprehensif untuk memajukan keadilan bagi semua," ungkap pernyataan NASA seperti dilansir Live Science, Sabtu (10/4/2021).

Pernyataan tersebut menandai pertama kalinya NASA mengumumkan akan mendaratkan orang kulit berwarna di bulan.

Komentar sebelumnya tentang misi Artemis hanya merujuk pada pendaratan pria berikutnya dan wanita pertama di bulan.

Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, jadwal pendaratan misi Artemis di bulan yang pertama adalah pada tahun 2024.

Namun, pemerintahan Biden belum berkomentar apakah misi Artemis NASA akan tetap di rencana sebelumnya.

"Permintaan dana sebesar 24,7 miliar dollar AS ini menunjukkan komitmen administrasi Biden kepada NASA dan mitranya yang telah bekerja sangat keras selama setahun terakhir ini dalam keadaan sulit dan mencapai kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkap NASA.

Baca juga: NASA Paparkan Tujuan Misi Astronot Artemis III ke Bulan 2024



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X