Kompas.com - 05/05/2021, 16:26 WIB
Seorang pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) menerima perawatan di dalam bangsal gawat darurat di Rumah Sakit Holy Family di New Delhi, India, Kamis (29/4/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUISeorang pasien yang menderita penyakit virus corona (COVID-19) menerima perawatan di dalam bangsal gawat darurat di Rumah Sakit Holy Family di New Delhi, India, Kamis (29/4/2021).


KOMPAS.com- Di tengah lonjakan kasus Covid-19 di India, baru-baru ini, varian virus corona dari Afrika Selatan juga telah terdeteksi di Indonesia. Selain varian India dan Afrika Selatan, telah ada beberapa varian yang ada di Indonesia.

Varian-varian penyebab Covid-19 baru ini telah memberi kekhawatiran. Dikutip dari BBC Indonesia, Rabu (5/5/2021), para pakar epidemiologi mengatakan bahwa peredaran varian baru virus corona dari sejumlah negara di Indonesia, disebut sebagai kesalahan terbesar pemerintah.

Sebab, penerapan kebijakan karantina secara singkat bagi pendatang dari luar negeri, dinilai menjadi salah satu faktor masuknya varian-varian baru tersebut.

Seperti disampaikan Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman kepada Kompas.com, pada Senin (26/4/2021) lalu, bahwa potensi masuknya varian virus corona dari negara lain ke Indonesia sangatlah besar.

Dicky mengatakan bahwa penerapan karantina bagi pendatang dari luar negeri di Indonesia hanya berlangsung selama 5 hari.

Baca juga: 6 Pertanyaan Covid-19 India: Seperti Apa Varian Barunya hingga Vaksin?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

"Karena Indonesia bukan negara yang menerapkan sistem pembatasan (masuk) WNA (warga negara asing) yang ketat. Tidak seperti Australia yang malah menutup pintu masuk bagi WNA," kata Dicky.

Kendati akses WNA masuk ke Indonesia mulai diperketat, terlebih sejak kasus Covid-19 di India melonjak tajam dengan lebih dari 400.000 kasus harian, namun pengetatan pintu masuk WNA masih relatif longgar.

Dengan masuknya varian virus corona India ke Indonesia, artinya perlu adanya pengawasan ketat terhadap potensi-potensi masuknya varian lainnya.

Indonesia juga disebut lambat dalam mendeteksi varian baru virus corona dari luar negeri yang lebih cepat menyebar, lebih menular dan berpotensi membuat vaksin jenis tertentu tidak efektif.

Baca juga: Tsunami Covid-19 India Sebabkan 3.645 Kematian Sehari, Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia?

 

Selain varian Covid-19 baru dari India, varian B.1.351 dari Afrika Selatan juga sudah terdeteksi masuk ke Indonesia. Sedangkan sebelumnya, varian baru virus corona Inggris yang lebih dulu masuk, telah menunjukkan penularan lokal.

Kendati demikian, pemerintah mengatakan bahwa hanya ada 17 laboratorium yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS), yakni pelacakan genetik virus corona, untuk mengetahui varian virus corona penyebab Covid-19 yang telah bermutasi.

Jelang Lebaran, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 menambahkan, pemerintah telah memperketat pengawasan dan karantina bagi pekerja migran yang kembali ke kampung halaman.

Varian baru di Indonesia

Sejauh ini, terpantau tujuh varian virus corona di Indonesia yang telah teridentifikasi. Di antaranya varian D614G, B.1.1.7, N439K, E484K, B.1.525, B.1.617 dari India, dan B.1.351 dari Afrika Selatan.

Baca juga: Varian Covid-19 India Masuk Indonesia, Kenapa Epidemiolog Khawatir?

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X