Terjadi Kasus Pembekuan Darah Langka, Vaksin Johnson & Johnson Kemungkinan Dihentikan Sementara di AS

Kompas.com - 15/04/2021, 11:00 WIB
Sejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021. AP PHOTO/TED S WARRENSejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021.

KOMPAS.com - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan penghentian penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson AS setelah ada enam orang yang mengalami pembekuan darah langka dan parah, usai 2 minggu vaksinasi.

Menurut CDC, lebih dari 6,8 juta orang telah diberi vaksin tunggal Johnson & Johnson AS sejauh ini.

"Saat ini kejadian buruk ini sangat jarang. Sebab itu, kami merekomendasikan penghentian penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson karena prinsip kehati-hatian," kata Dr Peter Marks, direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA dan wakil direktur utama CDC, Dr Anne Schuchat dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Rabu, CDC akan mengadakan pertemuan dengan Komite Penasihat tentang Praktik Imunisasi untuk meninjau kasus-kasus ini.

Baca juga: Vaksin Dosis Tunggal Johnson & Johnson Disetujui WHO, Efektif 66 Persen

Dilansir Live Science, Rabu (14/4/2021), keenam kasus pembekuan darah terjadi pada wanita berusia 18-48 tahun. Mereka mengalami gejala tersebut 6-13 hari setelah vaksinasi.

Keenamnya mengembangkan jenis pembekuan darah langka yang dikenal sebagai trombosis sinus vena serebral (CVST) bersama dengan tingkat trombosit darah yang rendah.

"Seorang wanita meninggal dan satu orang dalam kondisi kritis," kata Marks dalam jumpa pers, Selasa (13/4/2021).

Perawatan untuk jenis pembekuan darah CVST ini tidak menggunakan obat antikoagulan khas yang disebut heparin, obat yang digunakan untuk mengobati pembekuan darah.

"Dalam situasi ini, pemberian heparin mungkin akan membahayakan. Sebab itu, pengobatan alternatif perlu diberikan."

Schuchat berkata, rencana penghentian sementara ini dimaksudkan memberi waktu dalam mempersiapkan sistem perawatan kesehatan untuk mengenali dan merawat pasien dengan tepat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X