Kompas.com - 13/04/2021, 16:32 WIB
Ilustrasi buka puasa bersama SHUTTERSTOCK/Odua ImagesIlustrasi buka puasa bersama

KOMPAS.com - Kementerian Agama (Kemenag) mengizinkan pelaksanaan buka puasa bersama selama Ramadhan 2021, dengan sejumlah syarat.

Pelaksanaan buka puasa bersama harus mematuhi ketentuan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perubahan atas SE Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Ibadah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1422 Hijriah.

Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Fuad Nasar mengatakan, buka puasa bersama tetap bisa dilaksanakan di daerah yang berada dalam kategori zona aman, yakni zona hijau dan zona kuning.

"Harus mematuhi jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan serta menghindari kerumunan," ujar Fuad saat memberikan paparan secara virtual pada rapat koordinasi penanganan Covid-19 nasional yang ditayangkan YouTube Pusdalops BNPB pada Minggu (11/4/2021) malam.

Baca juga: Indonesia Puasa 13 Jam dan Greenland 20 Jam, Kenapa Durasi Puasa Beda-beda?

"Hal itu pun juga berlaku untuk kegiatan Nuzulul Quran, baik yang dilakukan di dalam maupun di luar gedung," kata Fuad.

Namun, SE secara umum menganjurkan kegiatan sahur dan buka puasa dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

Selain itu, SE yang sama juga mengatur dibolehkannya pelaksanaan shalat tarawih secara berjemaah di masjid, tetapi hanya untuk di daerah yang berstatus zona kuning dan zona hijau.

Tanggapan ahli

Menanggapi izin buka puasa bersama dari Kemenag, epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman, menggarisbawahi bahwa dalam pandemi Covid-19 seperti saat ini, izin kegiatan seperti buka puasa bersama seharusnya tidak hanya dilihat dari zonasi dan kapasitasnya.

Sebab, tidak ada jaminan nol virus (tidak ada virus) di suatu wilayah dengan status zona hijau atau kuning.

"Dalam situasi di mana varian virus lebih cepat menular, dalam situasi di mana fasilitas testing, tracing kita yang belum memadai seperti saat ini, meski zona hijau sekalipun tidak menjamin situasinya aman, terkendali, atau minim risiko orang bawa vrius," kata Dicky dihubungi Kompas.com, Senin (12/4/2021).

Ilustrasi buka puasa.SHUTTERSTOCK/ZURIJETA Ilustrasi buka puasa.

Rekomendasi

Terlepas dari itu, Dicky merekomendasikan agar kegiatan buka puasa bersama memperhatikan 3V, yakni:

  • Venue atau lokasi
  • Ventilasi
  • Voice atau suara

Berikut penjelasannya satu per satu:

1. Venue atau lokasi

Dicky menegaskan, kegiatan buka puasa bersama yang biasanya melibatkan orang banyak, lebih dari satu, semestinya dilakukan di ruangan terbuka.

"Oke kapasitasnya 50 persen, tapi dia harusnya outdoor (ruangan terbuka)," kata Dicky.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X