Kompas.com - 11/04/2021, 13:00 WIB
Mesir temukan kota emas yang hilang, warisan Firaun 3.000 tahun lalu, Kota kuno itu ditemukan dekat lokasi beberapa monumen terkenal di Mesir. REUTERS via BBC IndonesiaMesir temukan kota emas yang hilang, warisan Firaun 3.000 tahun lalu, Kota kuno itu ditemukan dekat lokasi beberapa monumen terkenal di Mesir.

KOMPAS.com - Penemuan suatu kota kuno berusia 3.000 tahun, yang terkubur di gurun pasir Mesir, dinilai sebagai salah satu temuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun.

Ahli Mesir Kuno terkenal, Zahi Hawass, mengumumkan penemuan "kota emas yang hilang itu" di dekat Luxor pada Kamis (08/04).

Menurut dia, kota kuno dengan nama Aten itu adalah yang terpenting yang pernah ditemukan di Mesir.

Kota hilang itu terungkap melalui penggalian yang dimulai pada September 2020.

Baca juga: Satu Dekade Berlalu, Restorasi Makam Raja Tutankhamun Selesai

Kota itu diduga merupakan peninggalan masa kekuasaan Amenhotep III, salah satu firaun paling kuat di Mesir, yang memerintah dari 1391 hingga 1353 Sebelum Masehi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kota itu selanjutnya digunakan oleh firaun Ay dan Tutankhamun, yang makamnya ditemukan di Lembah Para Raja oleh arkeolog Inggris Howard Carter pada 1922.

"Kota hilang ini merupakan penemuan arkeologi terpenting setelah makam Tutankhamun," kata Betsy Brian, profesor ilmu Sejarah Mesir di Universitas John Hopkins Baltimore, AS.

Bagi dia, kota itu akan memberi kita gambaran yang langka tentang kehidupan orang Mesir kuno pada saat kekaisaran itu berada di masa kejayaan.

Penggalian itu mengungkap banyak penemuan arkeologi berharga, seperti perhiasan, tembikar berwarna, jimat kumbang, dan batu bata lumpur bersegel Amenhotep III.

Artefak berharga ditemukan di lokasi kota emas yang hilang, di dekat Lembah Para Raja.REUTERS via BBC Indonesia Artefak berharga ditemukan di lokasi kota emas yang hilang, di dekat Lembah Para Raja.

Tim arkeolog memulai penggalian di tepi barat Luxor dekat Lembah Para Raja, sejauh 500 kilometer dari sebelah selatan Ibu Kota Kairo.

"Dalam hitungan pekan, yang sangat mengejutkan tim, formasi batu bata lumpur mulai tampak di segala penjuru," kata Hawass.

"Apa yang mereka gali adalah situs suatu kota besar dalam kondisi masih terawat baik, tembok-temboknya nyaris lengkap, dengan ruangan-ruangan yang dipenuhi alat-alat pekerjaan sehari-hari."

Kini, tujuh bulan setelah dimulainya penggalian, beberapa wilayah atau lingkungan telah digali, termasuk tempat pembuatan roti, kompleks pemerintahan, wilayah hunian.

"Banyak delegasi-delegasi asing mencari kota ini dan gagal menemukannya," kata Hawass, yang juga mantan menteri urusan peninggalan purbakala Mesir.

Dia mengungkapkan bahwa proyek arkeologi di lokasi itu masih terus berlangsung dan timnya berharap dapat menemukan makam-makam berisi harta peninggalan.

Kota ini diyakini dibangun pada masa Firaun Amenhotep III.Tangkapan layar Facebook/Dr Zahi Hawass Kota ini diyakini dibangun pada masa Firaun Amenhotep III.

Baca juga: Reruntuhan Peninggalan Kristen Kuno Ditemukan di Mesir, Ini Isinya

Mesir tengah mempromosikan peninggalan purbakala demi membangkitkan lagi sektor pariwisatanya, yang redup akibat krisis politik bertahun-tahun dan pandemi virus corona dalam setahun terakhir.

Pekan lalu, pemerintah Mesir memindahkan mumi para firaun ke museum baru di Kairo lewat prosesi yang megah dan bersejarah.

Lewat acara yang spektakuler, 22 mumi itu - terdiri dari 18 firaun dan empat ratu - dipindahkan dari Museum Mesir yang neo-klasikal ke gedung baru, yaitu Museum Nasional Peradaban Bangsa Mesir yang berjarak 5 km.

Mumi Amenhotep III dan istrinya, Ratu Tiye, termasuk yang dipindahkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X