Kompas.com - 23/03/2021, 20:05 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, uji vaksin Covid-19 pada varian virus corona Afrika Selatan. Novovax dan Johnson & Johnson ujikan vaksin virus corona pada varian baru virus corona Afrika Selatan, hasilnya efikasi vaksin kurang efektif.

KOMPAS.com - Satu tahun lebih sudah semenjak virus Covid-19 ditemukan pertama kali di Wuhan, China dan menyebar dengan cepat keseluruh pelosok dunia hingga dinyatakan sebagai pandemi. 

Jutaan hingga miliaran manusia telah terjangkit, bahkan terenggut nyawanya akibat virus tersebut.

Untuk mengakhiri pandemi ini, para ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat mencoba semua jenis solusi untuk memperlambat penyebarannya.

Salah satu solusinya adalah dengan melakukan vaksinasi. Di masa lalu, vaksin telah terbukti membantu menghentikan penyebaran penyakit seperti polio, campak hingga batuk parah.

Saat ini, beberapa vaksin sudah ditemukan dan didistribusikan ke seluruh pelosok dunia, termasuk Indonesia. Kendati demikian, apa saja tahapan untuk membuat vaksin?

Baca juga: Sudah dapat Dosis Penuh Vaksin Covid-19, Bolehkah Lepas Masker?

Dilansir Sciencing, Minggu (22/3/2020) dalam pembuatannya, vaksin harus melewati beberapa tahapan yaitu :

1. Mengidentifikasi penyakit dan menemukan antigen

Pada tahap pertama ini dilakukan di laboratorium tanpa pengujian apa pun pada manusia.

Di sini para ilmuwan mencoba mencari cara untuk menyerang virus tersebut. Ini  akan terlihat berbeda, tergantung pada virus dan vaksinnya.

Dalam beberapa virus seperti cacar air dan campak misalnya, cukup dengan membangun kekebalan yang mencegah virus berkembang biak berulang kali saja.

Namun, berbeda dengan kasus penyakit lainnya. Misalnya polio dan rabies, antigen secara efektif membunuh virus.

Lalu, ada vaksin untuk penyakit seperti Hepatitis B yang hanya menggunakan sebagian dari virus atau bakteri hingga virus berbahaya tersebut tidak bisa lagi bereplikasi.

Maka dari itu, pada tahap ini memerlukan waktu yang cukup lama, karena setiap penyakit berbeda-beda dalam mencari dan menemukan antigen yang tepat hingga efektif untuk digunakan.

2. Uji Coba Tahap I

Selanjutnya, vaksin diuji pada orang dewasa yang sehat. Para ilmuwan harus membuat vaksin dalam jumlah yang lebih besar untuk dapat dipastikan kemungkinannya.

Baca juga: Suntik Vaksin Covid-19, Seperti Ini Cara Kerja Vaksin Dalam Tubuh

Ilustrasi vaksin Covid-19. (DOK. KOMINFO) Ilustrasi vaksin Covid-19. (DOK. KOMINFO)

3. Uji Coba Tahap II

Ketika sampai pada tahap ini, berarti semakin banyak orang yang melakukan tes. Para ilmuwan harus mengetahui jumlah dosis dan kemudian membandingkan orang-orang tersebut dengan orang lain yang tidak mendapatkan vaksin sama sekali.

Perusahaan juga bekerja dengan cara mereka membuat, mengemas, dan mendistribusikan produk.

4. Uji Coba Tahap III

Pada tahap ini, para ilmuwan sudah mengetahui bahwa vaksin aman digunakan untuk orang sehat hingga di sinilah pengujian intensif dimulai pada orang yang benar-benar membutuhkan obat atau vaksin.

Di tahap ini membutuhkan ribuan penguji untuk kemudian bertahun-tahun meninjau data setelah melihat hasilnya masuk.  Jika ini berjalan dengan baik, vaksin dapat mulai didistribusikan.

Waktu lamanya pembuatan vaksin ini bervariasi. Tergantung pada jenis penyakit atau virus yang dihadapi.

Namun bisa jadi dalam perkembangannya dapat memakan waktu 10, 15, atau 20 tahun.

Memang sangat sulit untuk menemukan antibodi yang dapat membasmi penyakit. Bahkan besar kemungkinan jika penyakit itu tidak memengaruhi banyak orang, penelitian dapat dihentikan.

Tidak jarang pula vaksin gagal melewati langkah pertama, karena bisa jadi vaksin itu tidak bekerja sebaik yang diharapkan semua orang.

Secara keseluruhan, para ilmuwan dapat bekerja selama bertahun-tahun pada penyembuhan potensial untuk menemukan vaksin yang efektif untuk semua orang.

Baca juga: Moderna Mulai Uji Vaksin Covid-19 pada Bayi dan Anak-anak



Sumber Sciencing
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X