Penegakan Kedaulatan Bangsa Indonesia sebagai Pemilik Sumber Daya Genetik

Kompas.com - 23/03/2021, 11:05 WIB
Ilustrasi penelitian ShutterstockIlustrasi penelitian

Oleh: Ferianto, S.Si. M.H.

MIKROORGANISME merupakan salah satu sumber daya genetik yang dapat dilindungi oleh paten, khususnya jika dikaitkan dengan fungsi dari mikroorganisme tersebut.

Sebagai salah satu objek perlindungan paten, mikroorganisme telah menjadi salah satu bahan yang sangat strategis dalam penelitian dan pengembangan di bidang industri farmasi, industri bahan makanan dan minuman, industri pertanian, dan lain-lain.

Tidak sedikit produk atau proses yang dihasilkan dari aktivitas mikroorganisme telah diproduksi secara industri dan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat.

Artinya, penelitian dan pengembangan berbasis mikroorganisme memegang peranan penting dan menjadi salah satu primadona oleh peneliti.

Apalagi, didukung dengan tingginya keanekaragaman mikroorganisme di Indonesia.

Baca juga: Pengamat: Sumber Daya dan Sains Ujung Tombak Lawan Corona

Kekayaan jenis mikroorganisme di Indonesia dengan segala potensi manfaatnya menjadikan negara ini sebagai destinasi yang penting bagi para peneliti, baik dalam maupun luar negeri guna memperoleh akses sumber daya genetik berupa mikroorganisme.

Tidak sedikit mikroorganisme yang dibawa keluar oleh peneliti asing untuk dikembangkan lebih lanjut dan akhirnya dapat menghasilkan produk atau proses yang bermanfaat dan bernilai komersial tinggi.

Produk atau proses tersebut selanjutnya dilindungi dengan rezim paten, bahkan didaftarkan juga di Indonesia, karena salah satu pasar utama dari produk atau proses tersebut adalah Indonesia.

Secara sekilas, tidak ada yang salah dengan kondisi ini. Barangkali, dalam proses pemanfaatan mikroorganisme tersebut sudah dilakukan secara prosedural, misalnya sudah diatur antar instansi yang berwenang mengenai perjanjian Material Transfer Agreement (MTA), sehingga dalam pemanfaatan mikroorganisme secara normatif tidak ada masalah.

Namun, dalam Material Transfer Agreement, biasanya belum mengatur secara tegas, jelas, dan kuat secara hukum mengenai status kepemilikan dan sumber asal dari mikroorganisme, serta pembagian benefit sharing atas pemanfaatan mikroorganisme.

Kondisi tersebut menyebabkan adanya ketidakadilan dalam memanfaatkan produk atau proses berbasis mikroorganisme khusunya dalam permohonan paten sampai komersialisasi atas paten tersebut.

Hal yang muncul adalah negara yang menjadi sumber asal mikroorganisme terkadang tidak disebutkan secara tersurat dalam dokumen permohonan paten, bahwa negara yang bersangkutan adalah tempat asal mikoorganisme.

Selain itu, pembagian profit atas komersialisasi produk atau proses berbasis mikroorganisme tersebut cenderung dominan berpihak kepada negara/pihak yang meneliti dan mematenkan produk atau proses berbasis mikroorganisme tersebut.

Bahkan, beberapa kasus dijumpai bahwa negara asal sumber daya genetik tidak mendapatkan pembagian manfaat secara ekonomi sama sekali.

Kondisi ini memunculkan kerugian dan ketidakadilan bagi negara pemilik sumber daya genetik.

Baca juga: Ahli Ungkap Virus Mencuri Kode Genetik Manusia untuk Ciptakan Gen Baru

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

7 Herbal untuk Asam Lambung, Ada Bunga Kantil

Oh Begitu
Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Tumbuh Kembang Anak Kembar, Studi Ungkap Lebih Lambat Bicara

Oh Begitu
Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Hasil Sidang Isbat Idul Fitri: 1 Syawal 1442 H Jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021

Oh Begitu
IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

IDAI: Belajar dari Negara Lain, Waspada Bahaya Mutasi Virus Covid-19 Mengintai Anak dan Remaja

Kita
4.123 Pemudik Positif Covid-19, Tim Mitigasi IDI Imbau Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Idul Fitri

4.123 Pemudik Positif Covid-19, Tim Mitigasi IDI Imbau Antisipasi Lonjakan Kasus Pasca Idul Fitri

Oh Begitu
Pesawat Ruang Angkasa NASA Tinggalkan Asteroid Bennu Menuju Bumi

Pesawat Ruang Angkasa NASA Tinggalkan Asteroid Bennu Menuju Bumi

Fenomena
Pemudik Berhasil Pulang Kampung, Apa yang Harus Dilakukan untuk Menekan Penyebaran Corona?

Pemudik Berhasil Pulang Kampung, Apa yang Harus Dilakukan untuk Menekan Penyebaran Corona?

Oh Begitu
Meski Sidang Isbat Hari Ini, BMKG Bantah Idul Fitri 1442 H Jatuh pada 12 Mei 2021

Meski Sidang Isbat Hari Ini, BMKG Bantah Idul Fitri 1442 H Jatuh pada 12 Mei 2021

Oh Begitu
Segudang Manfaat Teh Hijau, Bisa Jadi Alternatif Minum Kopi

Segudang Manfaat Teh Hijau, Bisa Jadi Alternatif Minum Kopi

Oh Begitu
Idul Fitri 1442 Hijriah Bertepatan dengan Peringatan Kenaikan Isa Almasih, Kok Bisa?

Idul Fitri 1442 Hijriah Bertepatan dengan Peringatan Kenaikan Isa Almasih, Kok Bisa?

Oh Begitu
Penyebab Sakit Kepala Berdenyut dan Cara Mengatasinya di Rumah

Penyebab Sakit Kepala Berdenyut dan Cara Mengatasinya di Rumah

Kita
WHO Klasifikasikan Virus B.1.617 India sebagai Variant of Concern, Ini Artinya

WHO Klasifikasikan Virus B.1.617 India sebagai Variant of Concern, Ini Artinya

Oh Begitu
Manfaat Santan, Menurunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit Jantung

Manfaat Santan, Menurunkan Berat Badan dan Cegah Penyakit Jantung

Oh Begitu
Pemuda Jakarta Dikabarkan Meninggal Usai Disuntik, Ini Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Pemuda Jakarta Dikabarkan Meninggal Usai Disuntik, Ini Efek Samping Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Setelah Anjing, Ilmuwan Latih Lebah Kenali Penderita Covid-19

Setelah Anjing, Ilmuwan Latih Lebah Kenali Penderita Covid-19

Fenomena
komentar
Close Ads X