Kompas.com - 19/02/2021, 12:07 WIB
Langit biru terlihat dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta cerah dengan tingkat polusi yang rendah. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGLangit biru terlihat dari Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/4/2020). Sepinya aktivitas warga Ibu Kota karena pembatasan sosial membuat langit Jakarta cerah dengan tingkat polusi yang rendah.


KOMPAS.com- Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di DKI Jakarta oleh pemerintah untuk menekan laju penularan virus corona, berdampak besar pada polusi udara ibu kota selama 20 tahun terakhir.

Diungkapkan Koordinator Bidang Analisis Perubahan Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kadarsah PSBB memberikan dampak signifikan terhadap penurunan tingkat polusi Jakarta.

Menurut data Capaian Tahun Anggaran 2020, Pusat Informasi Perubahan Iklim, Sub Bidang Analisis Komposisi Kimia Atmosfer: Produk Informasi PSBB, menunjukkan perbandingan tingkat polusi udara di Jakarta selama tahun 2020 dibandingkan dengan data pengamatan dari tahun 2000-2019.

Kadarsah mengatakan data tersebut dikumpulkan secara manual di sejumlah lokasi di Jakarta, yakni Ancol, Bandengan, Glodok, Kemayoran, Monas, Bivak, Grogol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Baca juga: Hujan Lebat Bersihkan Polusi Udara Jakarta, Gunung Gede Pangrango Terlihat

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Data tersebut dikumpulkan seminggu sekali dan belum ada data real time.

"Berdasarkan data terakhir (yang dihimpun), membuktikan bahwa pada saat PSBB, polutan itu memang berkurang secara signifikan. Kami memandingkannya dengan data historis selama 20 tahun terakhir," kata Kadarsah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (19/2/2021).

Tingkat pH air hujan terus turun

Menurut data pengamatan terakhir, Kadarsah menjelaskan bahwa pada Januari 2020, pH air hujan lebih tinggi dibandingkan rata-rata selama 20 tahun terakhir.

"Artinya, bahwa selama bulan Januari, DKI Jakarta memiliki pH air hujan yang lebih tinggi. Namun, hujan yang turun sepanjang tahun 2020 berada di bawah nilai ideal yang telah ditentukan," imbuh Kadarsah.

Baca juga: Benarkah Polusi Udara di Jakarta Menurun Selama Pandemi? Ini Faktanya

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.