[POPULER SAINS] Beda Vaksin Nusantara Terawan dengan Lainnya | Penampakan Gunung Gede di Kemayoran

Kompas.com - 19/02/2021, 07:02 WIB
Pemandangan Gunung Gede Pangrango dilihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi. Ari Wibisono/Instagram wibisono.ariPemandangan Gunung Gede Pangrango dilihat dari Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021) pagi.

KOMPAS.com - Vaksin Nusantara inisiasi Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi topik populer yang dibaca di kanal Sains Kompas.com.

Vaksin ini disebut sangat personal dan berbasis sel dendritik.

Kami pun mencoba menjelaskan apa bedanya dengan vaksin konvensional seperti Sinovac, Pfizer, hingga AstraZeneca.

Selain beda Vaksin Nusantara dengan vaksin lain, berita populer lain adalah soal pertanyaan apakah orang dengan riwayat autoimun jika terinfeksi Covid-19 efeknya bisa lebih parah hingga viral Gunung Gede yang terlihat dari Kemayoran.

Baca juga: [POPULER SAINS] Sindrom Rapunzel Makan Rambut Sendiri | Dunia di Bawah Antartika

Berikut penjelasan Sains tentang apa yang ada di sekitar kita:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Beda Vaksin Nusantara Terawan dengan lainnya

Pelayanan laboratorium di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (17/2/2021).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Pelayanan laboratorium di RSUP Kariadi Semarang, Rabu (17/2/2021).

Dijelaskan ahli biologi molekuler Ahmad Utomo, di dalam vaksin konvensional ada yang namanya antigen, yakni bagian dari virus atau virus yang dilemahkan yang berfungsi memicu tumbuhnya antibodi.

Saat vaksin diinjeksikan ke bahu, antigen akan bertemu jaringan kulit dan bertemu sel dendritik.

Sel dendritik adalah sel imun yang berfungsi sebagai guru bagi sel-sel dalam darah yang bertugas memproduksi antibodi.

Nah, hal ini tidak dilakukan oleh Vaksin Nusantara.

Pada vaksin Nusantara, orang yang divaksin akan diambil darahnya kemudian oleh tim peneliti bagian-bagian sel dipisahkan. Tujuannya untuk mengeluarkan sel dendritik.

Peneliti kemudian akan melakukan proses kultur jaringan untuk menumbuhkan sel dendritik di dalam laboratorium, kemudian diberi antigen, dan memasukkannya lagi ke tubuh.

Baca selengkapnya soal cara kerja vaksin Nusantara di sini:

Vaksin Nusantara Terawan Berbasis Sel Dendritik, Apa Bedanya dengan Vaksin Lain?

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.