Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Kompas.com - 27/11/2020, 19:04 WIB
Ilustrasi Megalodon, hiu purba, hiu raksasa, hewan laut purba. Mary Parrish, Smithsonian, National Museum of Natural HistoryIlustrasi Megalodon, hiu purba, hiu raksasa, hewan laut purba.


KOMPAS.com- Megalodon merupakan hiu terbesar yang pernah hidup di lautan prasejarah. Bayangkan saja, penelitian yang dilakukan oleh University of Bristol dan Swansea University menyebut jika megalodon mampu tumbuh hingga berukuran 12 meter.

Tak hanya saja, hiu yang merajai lautan sekitar 23 juta hingga 3 juta tahun yang lalu itu memiliki gigitan lima kali lebih kuat dari hiu putih besar saat ini.

Tapi di balik kegarangannya sebagai predator buas, megalodon ternyata merupakan orangtua yang penuh perhatian terhadap anak-anaknya.

Baca juga: Lama Jadi Teka-teki, Alasan Hiu Raksasa Megalodon Bisa Punah Terurai

 

Seperti dikutip dari Phys, Kamis (26/11/2020) analisis gigi megalodon yang ditemukan di berbagai situs di belahan benua menunjukkan bahwa hiu raksasa ini biasa merawat terlebih dahulu anaknya.

Hal tersebut menurut peneliti dilakukan untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup penerus mereka sebelum akhirnya anak-anak megalodon dapat hidup mandiri.

Sebagai predator puncak, megalodon dewasa tak memiliki saingan di antara pemburu laut lainnya. Namun bukan berarti hiu purba ini lepas dari ancaman.

Baca juga: Sedang Jalan-jalan, Wanita Ini Temukan Gigi Hiu Purba Megalodon

 

Anak-anak megalodon tetap rentan terhadap predator lain, seperti misalnya hiu dewasa bergigi tajam. Hal ini membuat megalodon sangat tergantung dengan perawatan.

Apalagi untuk mencapai usia dewasa, hewan laut purba ini membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Contohnya saja salah satu spesies megalodon, Otodus megalodon yang membutuhkan waktu 25 tahun untuk menjadi dewasa.

Halaman:


Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Apakah Kucing dan Anjing Butuh Vaksin Covid-19 Khusus?

Oh Begitu
Dentuman di Bali, LAPAN Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Dentuman di Bali, LAPAN Menduga Berasal dari Meteor Jatuh

Fenomena
WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

WHO: Tak Ada Bukti 33 Lansia di Norwegia Tewas Akibat Vaksin Covid-19

Oh Begitu
Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Peneliti Ungkap Alasan Pneumonia Akibat Covid-19 Lebih Merusak Paru-paru

Oh Begitu
Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Menyingkap Meteor-Sangat Terang di Balik Dentuman Misterius Bali

Fenomena
Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Teka-teki Kumbang Bercahaya, Fosil 99 Juta Tahun Ini Beri Petunjuknya

Fenomena
Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Kenapa Sayap Kupu-kupu Lebih Besar dari Badan? Ahli Temukan Jawabannya

Oh Begitu
Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Mengenal Virus Nipah, Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Oh Begitu
Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Astronom Temukan Danau Terbesar di Salah Satu Satelit Saturnus

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

[POPULER SAINS] Bangkai Paus Terbesar Ditemukan | Ahli Bikin Tikus Lumpuh Berjalan | BMKG Ingatkan Potensi Awan Cumulonimbus

Oh Begitu
BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi

Fenomena
Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Pestisida Bikin Lebah Kurang Tidur, Ini Dampak untuk Lingkungan

Fenomena
SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

SpaceX Cetak Rekor Dunia Luncurkan Satelit ke Luar Angkasa Terbanyak

Fenomena
Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Keren, Petir Biru Terekam dari Stasiun Luar Angkasa Internasional

Fenomena
IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

IBD, Penyakit Autoimun di Saluran Cerna dari Gejala hingga Komplikasi

Kita
komentar
Close Ads X