Kompas.com - 08/10/2020, 08:03 WIB
ilustrasi hepatitis, virus hepatitis Shutterstock/Kateryna Konilustrasi hepatitis, virus hepatitis

KOMPAS.com - Hepatitis menyerang organ hati, dan dalam kasus paling parah memicu sirosis atau kanker hati. Tapi penyakit Hepatitis ada beberapa macam. Kenali jenis penyakitnya.

Berkat kerja keras Harvey J. Alter (AS), Michael Houghton (Inggris) dan Charles M. Rice (AS) yang meraih penghargaan Nobel Kedokteran 2020, penyakit Hepatitis C kini bisa disembuhkan.

Tapi penyakit hepatitis ternyata ada beberapa jenis. Apa beda tiap penyakitnya?

Baca juga: Nobel Kedokteran 2020 Diraih 3 Ilmuwan Penemu Virus Hepatitis C

Hepatitis A

Hepatitis A dipicu virus Hepatitis-A, yang menyebabkan radang hati, namun gejalanya tidak kronis.

Tanpa terapi apapun, Hepatitis A biasanya bisa sembuh sendiri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penularannya lewat air atau bahan makanan yang tercemar, juga lewat kontak dan pertukaran cairan dengan orang yang terinfeksi.

Virusnya menyebar di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, sekitar 1,4 juta orang terinfeksi virusnya setiap tahun. Penyakit Hepatitis A terutama menyebar di negara-negara berkembang dengan persyaratan higiene buruk.

Penyakit ini juga kerap menular di antara wisatawan yang berkunjung ke kawasan endemik, sehingga penyakitnya dijuluki Hepatitis-Wisata. Kabar baiknya, sejak lama ada vaksin untuk mencegah hepatitis A.

Hepatitis B

Hepatitis B bisa memicu penyakit radang hati kronis, sirosis hati atau bahkan kanker hati yang mengancam nyawa.

WHO memberikan peringatan tanda bahaya, karena virus Hepatitis B dalam beberapa tahun terakhir menyebar luas di dunia.

Sekitar 275 juta orang di seluruh dunia, pada 2015 tercatat mengidap penyakit Hepatitis B kronis. Setiap tahunna 600.000 orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Padahal vaksin anti-Hepatitis B juga sudah tersedia. Karena itu WHO pada tahun 2007 menyerukan semua negara di dunia, untuk memberikan vaksinasi Hepatitis B untuk semua bayi yang baru dilahirkan. Hepatitis B menular lewat darah atau cairan tubuh penderita.

Kolase foto yang memperlihatkan (dari kiri) Harvey J Alter, Charles M Rice, dan Michael Houghton, yang bersama-sama meraih Penghargaan Nobel bidang kedokteran pada Senin (5/10/2020) atas identifikasi virus hepatitis C.Rhoda Baer/National Institutes of Health, Richard Siemens/University of Alberta, AP Photo/John Minchillo Kolase foto yang memperlihatkan (dari kiri) Harvey J Alter, Charles M Rice, dan Michael Houghton, yang bersama-sama meraih Penghargaan Nobel bidang kedokteran pada Senin (5/10/2020) atas identifikasi virus hepatitis C.

Hepatitis C

Hepatitis C gejalanya mulai dari yang ringan, akut, hingga kronis. Penyakit ini juga bisa memicu sirosis hati atau kanker hati. Sejumlah orang menjadi pembawa virus Hepatitis C tanpa menyadari atau mengetahuinya. Hepatitis C terutama ditularkan lewat darah.

Saat ditemukan tahun 1988, mula-mula para ilmuwan menyebutnya Virus Hepatitis non-A-non-B.

Karena virusnya belum dikenal, ketika itu banyak orang yang tertular lewat transfusi darah, karena belum ada tes darah. Cara penularan lainnya adalah lewat jarum suntik yang dipakai bebeberapa orang, misalnya pada pencandu narkoba.

WHO melaporkan, antara 130 juta hingga 150 juta orang di seluruh dunia terinfeksi virus Hepatitis C.

Setiap tahunnya di seluruh dunia sekitar 350.000 hingga 500.000 orang meninggal akibat dampak penyakit ini. Hingga kini belum ada vaksin Hepatitis C.

Namun, sudah ada metode pengobatan dengan campuran obat anti-virus yang saat ini biayanya masih sangat mahal.

Baca juga: Selain Hepatitis A, Ini 3 Penyakit Harus Diwaspadai pada 2020

Hepatitis D

Virus Hepatitis D bisa menyerang orang yang sebelumnya sudah terinfeksi Hepatitis B.

Pasalnya virus Hepatitis D bisa berkembang biak dengan bantuan protein permukaan Hepatitis B. Namun, mereka yang divaksinasi Hepatitis B, juga sekaligus terlindungi dari Hepatitis D.

Hepatitis E

Hepatitis E terutama menyebar di kawasan Asia Selatan yang jadi langganan banjir saat monsun.

Hepatitis E terutama menyebar lewat air tapi juga bisa ditularkan lewat binatang. Sejak 2012 Cina sudah mengizinkan penggunan vaksin anti Hepatitis E.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

7 Makanan Terbaik untuk Kesehatan Paru-paru, Bit hingga Tomat

Oh Begitu
Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Efektivitas Vaksin Covid-19 Melawan Virus Corona Varian Delta

Oh Begitu
5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

5 Hal Penting yang Harus Diketahui tentang Covid-19 pada Anak

Kita
7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

7 Makanan untuk Kesehatan Jantung, Ada Sayuran hingga Ikan

Oh Begitu
Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Peneliti Temukan Fosil Mamalia Darat Terbesar di Dunia, Seperti Apa?

Oh Begitu
Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Kondisi Pandemi Covid-19 di Indonesia Mengkhawatirkan, Ini 5 Rekomendasi Organisasi Profesi Dokter

Oh Begitu
Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Waspada Potensi Gelombang Sangat Tinggi hingga 6 Meter di Perairan Jawa Timur

Oh Begitu
4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Keluarga Isolasi Mandiri di Rumah

Kita
Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Ahli Jelaskan 5 Alasan Situasi Pandemi Covid-19 di Indonesia Saat Ini Mengkhawatirkan

Oh Begitu
13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

13 Gejala Covid-19 pada Anak, Demam hingga Nafsu Makan Turun

Kita
Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Viral Matahari Terbit dari Utara di Jeneponto, Ahli Sebut Itu Kejadian Bingung Arah

Fenomena
Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Peneliti Ungkap Gejala Varian Delta yang Berbeda dari Gejala Klasik Covid-19

Oh Begitu
7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

7 Langkah Isolasi Mandiri di Rumah Agar Cepat Pulih

Kita
Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Ikan dari Zaman Dinosaurus Ini Bisa Hidup Sampai 1 Abad, Hamil 5 Tahun

Oh Begitu
Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Bisakah Kita Menghentikan Waktu? Ini Jawaban Para Ahli

Oh Begitu
komentar
Close Ads X