Kematian Akibat Covid-19 Tembus 1 Juta, Ini Bedanya dengan Pandemi Lain

Kompas.com - 28/09/2020, 17:00 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat.

KOMPAS.com - Pandemi virus corona baru SARS-CoV-2 telah melewati tonggak sejarah dengan lebih dari satu juta kematian.

Jumlah korban Covid-19 ini lebih tinggi dibanding virus modern lain dan sejauh ini lebih mematikan dibanding flu Spanyol seabad lalu.

Dilansir AFP, Senin (28/9/2020), jumlah kematian akibat Covid-19 dapat dipakai untuk membandingkannya dengan epidemi lain yang terjadi di masa lalu.

Baca juga: WHO Prediksi 2 Juta Kematian Global Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan

Virus abad ke-21

SARS-CoV-2, virus yang bertanggung jawab atas infeksi Covid-19 adalah virus paling mematikan di abad ke-21.

Pada tahun 2009, virus H1N1 atau flu babi, menyebabkan pandemi global dan mengakibatkan 18.500 orang meninggal. Namun jurnal medis The Lancet merevisi jumlah kematian itu menjadi 151.700 hingga 575.400 orang tewas karenanya.

Pada 2002-2003, virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul di China adalah jenis virus corona pertama yang memicu ketakutan global. Namun ternyata, penyakit ini hanya menewaskan 774 orang dalam jumlah korban terakhir.

Epidemi flu

Korban Covid-19 sering dibandingkan dengan flu musiman yang mematikan, meskipun ini jarang menjadi berita utama.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), flu musiman menyebabkan 650.000 kematian secara global.

Pada abad ke-20, dua pandemi flu bukan musiman, yakni flu Asia pada 1957-1958 dan flu Hong Kong pada 1968-1970 masing-masing menewaskan sekitar satu juta orang. Total tersebut berdasar perhitungan yang dilakukan saat itu.

Kondisi saat terjadi pandemi flu Asia dan Hong Kong berbeda dengan pandemi Covid-19.

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X