WHO Prediksi 2 Juta Kematian Global Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan

Kompas.com - 28/09/2020, 11:00 WIB
Foto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJAFoto dirilis Sabtu (19/9/2020), memperlihatkan petugas penggali makam jenazah Covid-19 bersiap menurunkan peti di kompleks pemakaman Pondok Ranggon. Selain tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan virus corona, salah satu pahlawan lain juga patut diberikan apresiasi tinggi adalah petugas pemakaman jenazah Covid-19.

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) memprediksi, jumlah kematian akibat virus corona SARS-CoV-2 di seluruh dunia bisa mencapai dua juta orang sebelum vaksin Covid-19 yang efektif ditemukan dan diterima semua orang.

Dr Mike Ryan, kepala kedaruratan WHO mengingatkan, angka tersebut bisa lebih tinggi tanpa aksi internasional yang terkoordinasi.

Sejak kali pertama virus corona baru ini dikonfirmasi di China pada akhir Desember 2019, penyakit itu telah memakan korban hingga hampir satu juta orang di seluruh dunia.

Penyebaran infeksi virus SARS-CoV-2 pun terus meningkat di seluruh dunia, dengan lebih dari 33 juta kasus dikonfirmasi secara global hingga Senin (28/9/2020) pagi.

Baca juga: Epidemiolog: 10.000 Kematian Covid-19 di Indonesia, Artinya Kita Abai

Sementara itu, awal musim dingin di belahan bumi utara juga memicu awal gelombang kedua Covid-19. Hal ini sudah terlihat di banyak negara.

Dilansir BBC, Jumat (25/9/2020), sejauh ini AS, India, dan Brsil mengonfirmasi kasus terbanyak dengan lebih dari 15 juta kasus.

Namun dalam beberapa hari terakhir, di seluruh Eropa terjadi peningkatan signifikan yang memicu peringatan akan diberlakukannya lockdown lagi seperti pada puncak gelombang pertama.

"Secara keseluruhan di wilayah yang sangat luas itu (Eropa), kami melihat peningkatan kasus yang mengkhawatirkan," kata Dr. Ryan terkait lonjakan kasus di Eropa.

Ryan mendesak warga Eropa untuk bertanya pada diri sendiri apakah mereka telah berbuat cukup untuk menghindari perlunya lockdown.

Selain itu juga penting instropeksi diri apakah protokol seperti tracing dan testing, karantina mandiri, dan menjaga jarak sudah diterapkan.

Halaman:


Sumber CNN,BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X