Studi Ungkap Lingkungan Tentukan Ukuran Mata Katak

Kompas.com - 25/09/2020, 08:05 WIB
ilustrasi katak Atelopus varius ilustrasi katak Atelopus varius

KOMPAS.com - Katak punya berbagai macam bentuk dan ukuran. Namun kalau diperhatikan, masing-masing jenis katak memiliki ukuran mata yang berbeda-beda.

Ada katak dengan mata yang kecil, sementara lainnya, seperti katak pohon memiliki mata besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya.

Kini penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Proceedings of the Royal Society B menemukan alasan di balik itu.

Baca juga: Kamasutra Satwa: Katak Brasil Lakukan Poligini, Kawin dengan 2 Betina

Seperti dikutip dari IFL Science, Kamis (24/9/2020) peneliti menemukan, bahwa habitat katak ternyata menentukan ukuran mata mereka.

Ini menjelaskan, mengapa ada katak yang memiliki ukuran mata kecil, sedangkan yang lainnya sangat besar.

Kate Thomas dari Natural History Museum London bersama tim peneliti menganalisis 220 katak hidup dan yang sudah diawetkan yang mewakili 55 famili yang tercatat saat ini.

Mereka mengukur panjang tubuh katak, ukuran kornea, dan ukuran mata total untuk melihat bagaimana rasio berubah di seluruh spesies.

Hasil mereka menunjukkan, ada keterkaitan antara habitat dengan katak bermata besar dan kecil.

Peneliti menemukan, katak yang hidup di gua-gua yang kondisinya gelap memiliki mata yang lebih kecil. Sedangkan katak dari lingkungan hutan memiliki mata terbesar.

Baca juga: Lolos dari Maut, Kumbang Ini Bertahan Hidup meski Telah Dimakan Katak

Peneliti berhipotesis, jika katak telah beradaptasi untuk mempunyai mata yang besar jika memang benar-benar diperlukan.

Katak pohon merupakan salah satu katak yang memiliki ukuran mata terbesar. Sesuai dengan teori, katak tersebut memiliki mata besar supaya dapat memperhatikan perubahan tata letak tanah dengan cepat untuk menghindari predator.

Katak juga memerlukan mata besar untuk menemukan makanan, tempat berteduh, serta menemukan katak lain.

Jika tak memiliki mata yang besar, rimbunnya daun di hutan tentu akan menyulitkan katak untuk melakukan semua itu.

"Katak pohon memiliki mata terbesar. Mereka perlu memanjat dan melompat, serta membuat keputusan cepat saat melakukannya," ungkap Thomas.

Baca juga: Kali Pertama dalam Sejarah, Fosil Katak Ditemukan di Antartika



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Polemik Lobster, Bagaimana Potensi Benih Lobster Alam di Laut Indonesia?

Oh Begitu
Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Jutaan Rumput Laut Menginvasi Samudra Atlantik, Ini Dampaknya

Fenomena
Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Kapan Vaksin Covid-19 Tersedia di Negara-negara Asia? Ini Perkiraannya

Oh Begitu
Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Rahasia Alam Semesta: Bagaimana Aurora Si Cahaya Warni-warni Menari Terjadi?

Oh Begitu
4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

4 Mitos Seputar Imunisasi, Sebabkan Demam hingga Autisme

Kita
Hingga Besok, Wilayah Ini Berpotensi Alami Gelombang Tinggi 4 Meter

Hingga Besok, Wilayah Ini Berpotensi Alami Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronik, dari Gejala hingga Faktor Risiko

Mengenal Penyakit Paru Obstruksi Kronik, dari Gejala hingga Faktor Risiko

Kita
Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
komentar
Close Ads X