Puting Beliung dan Hujan Es di OKU Selatan, Wilayah Ini Harus Waspada

Kompas.com - 25/09/2020, 07:00 WIB
Foto awan pekat menyerupai ombak sebelum bencana angin puting beliung di Tulang Bawang, Rabu (20/5/2020). (FOTO: Istimewa) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Foto awan pekat menyerupai ombak sebelum bencana angin puting beliung di Tulang Bawang, Rabu (20/5/2020). (FOTO: Istimewa)

KOMPAS.com - Angin puting beliung disertai hujan es merusak 25 rumah di Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, Rabu (23/9/2020).

Seperti diwartakan TribunSumsel.com, angin puting beliung yang terjadi kemarin sore pukul 16.00 WIB merusak bangunan di Desa Selabung Belimbing Jaya, Pulau Duku, Teluk Agung dan Tanjung Besar.

Angin puting beliung muncul bersamaan dengan hujan lebat disertai bongkahan es, dan terjadi 30 menit tersebut merusak pemukiman dan perkebunan warga sekitar, bahkan satu orang dikabarkan mengalami luka ringan.

Lantas, apa pemicu angin puting beliung beserta hujan es tersebut terjadi?

Baca juga: Waspada Angin Puting Beliung, Ini Tanda hingga Antisipasinya

Menjawab kejadian ini, Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini BMKG, Miming Saepudin angkat bicara.

"Fenomena kejadian puting beliung, hujan es, hujan lebat yang disertai angin kencang, kilat atau petir merupakan fenomena-fenomena yang relatif lebih sering terjadi pada masa pancaroba atau peralihan musim," kata Miming kepada Kompas.com, Kamis (24/9/2020).

Sementara itu, Indonesia memang sedang mengalami pancaroba atau musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan di bulan September ini.

Untuk fenomena yang terjadi di Sumatera Selatan ini, Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, V Sinta Andayani menyampaikan bahwa saat ini Sumatera Selatan sudah memasuki masa pancaroba atau musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

"Untuk itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan adanya bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba ini," ujar dia.

Bencana meteorologi yang bisa terjadi dan perlu diwaspadai adalah hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, dan hujan es.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Temuan Baru, Aligator Kerabat Buaya Ternyata Bisa Meregenerasi Ekornya

Fenomena
Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Kepulauan Seribu hingga Papua Barat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Fenomena
Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Tren Diet Semakin Gencar Dilakukan Remaja demi Citra Tubuh Ideal

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Serba-serbi Hewan: Bagaimana Burung Hantu Memutar Kepala 270 Derajat?

Oh Begitu
8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

8 Mitos Menstruasi, Benarkah Darah Menstruasi Bisa Obati Jerawat?

Oh Begitu
Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Penemuan yang Mengubah Dunia: mRNA Pernah Diabaikan hingga Jadi Teknologi Vaksin Terdepan

Oh Begitu
Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Probiotik Dapat Membantu Turunkan Berat Badan dan Kurangi Lemak Perut

Kita
Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Dinosaurus Juga Alami Infeksi Tulang Akut, Peneliti Temukan Buktinya

Oh Begitu
Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Studi: Materi Gelap Ini Ganggu Pergerakan Galaksi Bima Sakti, Apa Itu?

Oh Begitu
Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Kali Pertama, Virus Corona Kerabat SARS-CoV-2 Ditemukan di Jepang dan Kamboja

Fenomena
Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Vaksin Oxford 70 Persen Efektif dan Mudah Disimpan, Epidemiolog: Cocok untuk Indonesia

Oh Begitu
Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Misi Bersejarah, China Luncurkan Chang'e 5 untuk Ambil dan Kembalikan Sampel Bulan

Fenomena
BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

BPOM Targetkan Januari Beri Izin Vaksin Sinovac, Ini Kata Epidemiolog

Oh Begitu
WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

WHO: Vaksin Covid-19 yang Berhasil Harus Didistribusikan dengan Adil

Oh Begitu
Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Studi Baru Tunjukkan Kapan Virus Corona Covid-19 Paling Menular

Kita
komentar
Close Ads X