Kompas.com - 19/09/2020, 16:05 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

KOMPAS.com - Menurut sebuah studi baru, lebih dari separuh pasien dan staf kesehatan dengan Covid-19 yang dipantau oleh rumah sakit Irlandia, menderita kelelahan yang terus-menerus sembuh dari Covid-19.

Studi baru ini menyoroti "beban signifikan" dari gejala yang masih ada, setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Itu terjadi ketika kelompok pasien dan dokter menyerukan lebih banyak penelitian, tentang efek jangka menengah dan panjang dari virus corona, SARS-CoV-2, yang telah membuat lebih dari 30 juta orang sakit di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 943.000 orang.

Penelitian yang melacak 128 peserta di Rumah Sakit St James ini, menemukan bahwa 52 persen dari mereka melaporkan kelelahan terus-menerus, ketika kondisi mereka dipantau sekitar 10 minggu setelah pemulihan klinis dari infeksi Covid-19, terlepas dari seberapa serius infeksi awal mereka.

Baca juga: Ada Gejala dan Positif Terinfeksi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

"Sementara ciri-ciri yang muncul dari infeksi SARS-CoV-2 telah ditandai dengan baik, konsekuensi jangka menengah dan jangka panjang dari infeksi tersebut tampaknya masih belum dieksplorasi," kata Liam Townsend, dari St James's Hospital dan Trinity Translational Medicine Institute di Trinity College Dublin.

Sementara dari studi pendahuluan yang belum melakukan peer review , melibatkan 71 orang yang dirawat di rumah sakit dan 57 karyawan rumah sakit dengan gejala ringan. Usia rata-rata adalah 50 tahun dan semua peserta dinyatakan positif Covid-19.

Dilansir sciencealert, Jumat (18/9/2020), para peneliti mengamati berbagai faktor potensial, termasuk tingkat keparahan penyakit awal dan kondisi yang sudah ada sebelumnya, termasuk depresi.

Mereka menemukan, bahwa tidak ada bedanya apakah pasien dirawat di rumah sakit atau tidak.

Selain itu, mereka juga menemukan, bahwa wanita, meskipun hanya lebih dari setengah peserta (54 persen), menyumbang dua pertiga dari mereka yang mengalami kelelahan terus-menerus (67 persen).

Mereka yang memiliki riwayat kecemasan atau depresi sebelumnya juga ditemukan lebih mungkin mengalami kelelahan terus-menerus.

Baca juga: Menjaga Jarak Diperketat, Studi Ungkap Infeksi Covid-19 Dapat Lebih Rendah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X