Analisis Ulang Fosil Ungkap 2 Juta Tahun Lalu Eropa Kaya Keragaman Hewan

Kompas.com - 25/08/2020, 16:02 WIB
Keanekaragaman hewan di safari di Kawah Ngorongoro selama musim hujan di Tanzania. SHUTTERSTOCK/Klaus HeidemannKeanekaragaman hewan di safari di Kawah Ngorongoro selama musim hujan di Tanzania.


KOMPAS.com - Para ahli mencoba menganalisis ulang fosil-fosil yang ada di salah satu situs paleontologi penting di Eropa.

Ternyata dalam analisis ulang terhadap fosil di situs fosil Graunceanu dan potensi fosil di Lembah Sungai Oltet Rumania menemukan bahwa benua ini dulunya memiliki kekayaan keanekaragaman spesies hewan, dikutip dari Science Daily, Selasa (25/8/2020).

Di antaranya seperti monyet darat besar, jerapah leher pendek, badak dan kucing bertaring tajam.

Tak hanya spesies-spesies tersebut, sejumlah satwa lain juga diperkirakan pernah berkeliaran di padang rumput terbuka di kawasan Eropa Timur selama periode Pleistosen awal, yakni sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Baca juga: Fosil Baru dari Zaman Dinosaurus, Predator Besar dalam Perut Apex Predator Laut

 

Para peneliti berharap dengan dianalisis kembali fosil-fosil tersebut dapat memberikan petunjuk tentang bagaimana dan kapan manusia purba bermigrasi ke Eurasia dari Afrika.

Studi dilakukan juga dengan merekonstruksi lingkungan masa lalu, untuk membantu peneliti lebih memahami perubahan iklim di masa depan.

Claire Terhune, profesor antropologi di University of Arkansas mengatakan bahwa situs penting tersebut memiliki komunitas fauna yang sangat beragam.

Badak bercula satu di Taman Nasional Kaziranga. Banjir di India telah menewaskan delapan badak langka ini, serta mengancam hewan liar lain di kawasan konservasi ini.WIKIMEDIA COMMONS/Anuwar ali hazarika Badak bercula satu di Taman Nasional Kaziranga. Banjir di India telah menewaskan delapan badak langka ini, serta mengancam hewan liar lain di kawasan konservasi ini.

Baca juga: Fosil Daun Ungkap Situasi Atmosfer Bumi 23 Juta Tahun Lalu

 

"Kami menemukan banyak hewan yang belum teridentifikasi dengan jelas di kawasan itu, dan masih banyak yang tidak lagi ditemukan di Eropa," kata Terhune.

Para peneliti berpikir bahwa temuan ini tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan implikasi penting untuk mengetahui bagaimana manusia purba pindah ke benua ini pada saat itu.

Berada sekitar 124 mil sebelah barat ibu kota Rumania, Bukares, terdapat Lembah Sungai Oltet. Kawasan ini termasuk bagian dari situs penting Graunceanu, yang merupakan salah satu endapan fosil terkaya di Eropa Timur.

Para ahli mengungkapkan banyak situs fosil di Lembah Oltet, termasuk Graunceanu, yang ditemukan pada tahun 1960-an setelah tanah longsor yang sebagian disebabkan oleh penggundulan hutan akibat meningkatnya aktivitas pertanian di daerah tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X