Kompas.com - 20/07/2020, 13:28 WIB
Pekerja salon menggunakan masker dan pelindung wajah saat melayani pelanggan yang melakukan perawatan rambut di Alfons Salon di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Pemprov DKI Jakarta pada minggu ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi membuka kembali operasional unit usaha salon dan tata rambut dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker bagi karyawan dan konsumen salon, sterilisasi peralatan, pemakaian pelindung wajah bagi karyawan, dan sistem reservasi bagi konsumen. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPekerja salon menggunakan masker dan pelindung wajah saat melayani pelanggan yang melakukan perawatan rambut di Alfons Salon di Jakarta, Jumat (19/6/2020). Pemprov DKI Jakarta pada minggu ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi membuka kembali operasional unit usaha salon dan tata rambut dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran seperti pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker bagi karyawan dan konsumen salon, sterilisasi peralatan, pemakaian pelindung wajah bagi karyawan, dan sistem reservasi bagi konsumen.

KOMPAS.com - Thermo gun, alat pengukur suhu yang kerap kita jumpai belakangan ini, telah menjadi korban baru dari informasi palsu terkait Covid-19.

Banyak masyarakat bertanya-tanya tentang keamanan thermo gun atau alat pengukur suhu berbentuk pistol yang ditembakkan ke dahi itu.

Hal ini bermula dari unggahan video yang disampaikan ekonom Ichsanuddin Noorsy.

Dalam bincang bersama Helmi Yahya, Ichsanuddin mengatakan bahwa thermo gun dikhawatirkan dapat merusak jaringan otak.

Baca juga: Ahli Kelompokkan 6 Jenis Infeksi Corona Covid-19 Berdasarkan Gejala

"Karena hand gun termometer itu untuk memeriksa kabel panas. Lasernya dipakai untuk memeriksa kabel panas bukan untuk temperatur manusia," kata Ichsan dalam video tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka jual alat, tapi kita dibodohi. Kepala kita ditembak laser, kita tidak tahu dampak pada struktur otak bagaimana," imbuhnya.

Perlu diketahui dan dipahami, ini adalah informasi yang salah atau hoaks.

Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM selaku Ketua yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengatakan bahwa informasi tersebut tidak benar.

"Alat itu (thermo gun) menggunakan inframerah bukan laser," kata Aru menyanggah ucapan Ichsannuddin, dihubungi Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Selain itu, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP yang merupakan guru besar pada Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RS Cipto Mangunkusumo juga menegaskan hal yang sama.

Ari menyampaikan, thermo gun sudah lolos uji kesehatan dan aman digunakan.

"Thermal gun sudah lulus uji kesehatan, jadi sudah diperhitungkan bahwa alat ini aman," kata Ari kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Ari yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) juga menyampaikan bahwa alat ini tidak akan berpengaruh pada sistem saraf dan retina karena tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X.

"Thermometer inframerah tidak memancarkan radiasi seperti sinar-X. Dan karena itu, tidak mempengaruhi sistem saraf termasuk juga tidak merusak retina," jelasnya.

Wisatawan dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki Bus Pandawa87 yang membawanya keliling kota, Sabtu (11/7/2020)KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Wisatawan dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki Bus Pandawa87 yang membawanya keliling kota, Sabtu (11/7/2020)

Hoaks tentang thermo gun tak hanya ada di Indonesia. Sebelumnya, hoaks ini beredar juga di negara-negara Eropa dan Amerika Latin.

Semua ahli dan bukti ilmiah yang ada saat ini menyanggah informasi tentang efek buruk thermo gun pada manusia.

Mari kita perjelas. Termometer inframerah seperti thermo gun tidak akan merusak retina mata, membutakan Anda, tidak merusak neuron atau sistem saraf pusat, dan tidak berpengaruh pada meditasi.

Mengenal termometer tembak dan cara kerjanya

Diberitakan Kompas Tekno (18/3/2020) dalam artikel berjudul Marak di Wabah Corona, Begini Cara Kerja Termometer Tembak untuk Cek Suhu Tubuh, pengukuran suhu thermo gun menggunakan sinar inframerah (infrared/IR).

Sinar infrared yang dipancarkan thermo gun membantu petugas mengarahkan bagian yang ingin diukur. Suhu badan kemudian akan ditampilkan di layar di bagian belakang.

Alih-alih termometer konvensional yang menggunakan medium cairan (alkohol/raksa) atau sensor, termometer infrared bisa mendeteksi suhu sebuah benda dengan hanya membidikkannya ke objek yang bersangkutan.

Hanya saja, tingkat akurasi alat memang tergantung jarak antara termometer dan objek.
Artinya, lebih dekat sang alat dengan permukaan objek, maka semakin akurat pula hasilnya.

Selain itu, pemindaian suhu dengan termometer tembak juga lebih cepat dibanding termometer konvensional, di mana perangkat infrared itu bisa mendeteksi suhu dalam hitungan detik.

Meski tujuannya sama, yakni untuk mengukur suhu, cara kerja termometer tembak sangat berbeda dengan termometer "reguler".

Mekanisme kerjanya bisa dilihat dari ilustrasi gambar yang dibuat oleh kanal YouTube bernama GalcoTV berikut.

Ilustrasi cara kerja termometer infrared.YouTube/GalcoTV Ilustrasi cara kerja termometer infrared.

Seperti dilihat pada gambar, untuk dapat mendeteksi suhu sebuah objek, termometer tembak bakal menyerap radiasi elektromagnetik (sinar inframerah) yang sejatinya dipancarkan atau dipantulkan oleh sebuah objek yang sedang dibidik.

Sinar inframerah tersebut lantas bakal menembus lensa termometer dan dihantarkan ke sebuah alat pendeteksi (detector) suhu bernama thermopile.

Modul thermopile kemudian mengubah pancaran radiasi tadi menjadi energi panas untuk kemudian dikonversikan menjadi energi listrik.

Energi listrik inilah yang bakal diukur oleh termometer dan akan mengeluarkan hasil berupa besaran suhu yang ditampilkan di layar thermometer tembak.

Perlu dicatat, perangkat termometer sendiri memang memancarkan sinar inframerah.

Alih-alih untuk mendeteksi suhu, sinar tersebut hanya berfungsi sebagai panduan untuk membidik objek mana yang akan diukur suhunya.

Baca juga: CDC Tambah Orang-orang Berisiko Terinfeksi Covid-19, Ini Daftarnya

Jika melihat cara kerja tadi, termometer tembak sejatinya tidak hanya dipakai untuk mendeteksi suhu tubuh manusia saja, melainkan juga sering dipakai untuk beberapa use case.

Sebagaimana dilansir Sciencing.com dan dikutip KompasTekno, Rabu (18/3/2020), termometer infrared juga digunakan oleh para pemadam kebakaran untuk mencari titik panas yang menjadi pusat api.

Bahkan, termometer tembak juga biasa dipakai di lingkungan pabrik untuk mengontrol temperatur mesin, yang merakit aneka perangkat elektronik yang notabene rentan akan panas.

Temperatur mesin dipantau agar tetap bekerja di suhu yang aman, atau tidak merusak barang yang sedang dirakitnya.

Terlepas dari beragam penggunaan ini, termometer tembak memang memiliki fungsi inti, yaitu merekam suhu dari suatu objek.

Menarik melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan menggunakan mekanisme pemindaian "digital", untuk sekadar mengetahui kondisi suatu objek dari sinar radiasi elektromagnetik (inframerah).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.