3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kompas.com - 03/07/2020, 11:30 WIB
(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc. ANTARA FOTO/RAHMAD(Ilustrasi) Petugas melakukan pengasapan penuntasan Fogging memberantas nyamuk penyebab Demam Berdarah Deungue (DBD) di Desa Loh Kumbang, Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, Selasa (24/12/2019). Data bidang Pencegahan, Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan setempat menyebutkan, Januari hingga Desember 2019 jumlah kasus DBD mencapai 70 kasus dengan penderita meninggal dunia nihil, angka itu turun dibandingkan tahun 2018 yakni 97 kasus dengan satu orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Rahmad/foc.

KOMPAS.com - Nyamuk merupakan salah satu hewan paling mematikan di dunia.

Mereka dapat membawa dan menyebarkan penyakit ke manusia, hingga menyebabkan jutaan kematian setiap tahunnya.

Dilansir laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Aedes aegypti yang bertanggung jawab atas sebagian besar penyakit karena nyamuk jumlahnya meningkat dalam tiga dekade belakangan.

Untuk diketahui, Aedes aegypti menyebabkan banyak penyakit di antaranya cikungunya, zika, demam berdarah, dan demam kuning (yellow fever).

Kejadian demam berdarah di seluruh dunia telah meningkat 30 kali lipat dalam 30 tahun terakhir. Ada banyak negara melaporkan wabah penyakit pertama DBD.

Baca juga: Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Lebih dari setengah populasi manusia hidup berdampingan dengan spesies Aedes aegypti.

Sementara itu pada 2015, malaria yang disebabkan nyamuk Anopheles betina menyebabkan lebih dari 438.000 kematian di dunia.

Butuh upaya pengendalian nyamuk berkelanjutan untuk mencegah wabah penyakit ini.

Berikut adalah 3 jenis nyamuk pembawa penyakit atau mosquito borne disease yang perlu kita ketahui:

1. Aedes aegypti

Aedes aegyptishutterstock.com Aedes aegypti

Zika, demam berdarah, chikungunya, dan demam kuning semuanya ditularkan ke manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Virus-virus tersebut ditularkan nyamuk Ae. aegypti betina yang infektif, yang menyebarkan virus sambil mengisap darah orang.

Di dalam nyamuk Ae. aegypti, virus menginfeksi nyamuk mid-gut dan kemudian menyebar ke kelenjar ludah selama 8-12 hari.

Setelah masa inkubasi, Nyamuk yang dikenal dengan belang hitam putih pada badan dan kakinya ini dapat menularkan virus ke manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teknologi Lidar Bantu Arkeolog Ungkap Misteri Percandian Muarajambi

Teknologi Lidar Bantu Arkeolog Ungkap Misteri Percandian Muarajambi

Fenomena
Seri Budidaya Nusantara: Syarat dan Cara Pengembangan Lobster

Seri Budidaya Nusantara: Syarat dan Cara Pengembangan Lobster

Oh Begitu
Berkat Internet, Misteri Monolit Logam di Gurun Utah Mulai Terpecahkan

Berkat Internet, Misteri Monolit Logam di Gurun Utah Mulai Terpecahkan

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Pelajari Bebatuan Mars di Siprus, Ini Alasannya

Ilmuwan Berencana Pelajari Bebatuan Mars di Siprus, Ini Alasannya

Fenomena
Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Pekan di Indonesia, Ini 2 Penyebabnya

Waspada Cuaca Ekstrem Akhir Pekan di Indonesia, Ini 2 Penyebabnya

Fenomena
Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Berusia 800 Tahun, Selimut Kuno Ini Terbuat dari 11.500 Bulu Kalkun

Fenomena
9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

9 Bulan Pandemi Covid-19, Pentingnya Mencari Makna Hidup di Tengah Penderitaan

Kita
Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Studi Terbesar Ungkap Risiko Kesehatan Terbesar di Ruang Angkasa

Oh Begitu
Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Vaksin AstraZeneca-Oxford Alami Kekeliruan Dosis, Apa Maksudnya?

Oh Begitu
Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Luar Angkasa Banyak Sampah, ESA Lakukan Misi Bersih-Bersih

Fenomena
Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Dicap Predator Buas, Hiu Raksasa Megalodon Rawat Anak Hingga Mandiri

Fenomena
Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Hati-hati, Memasak dengan Kayu Bakar bisa Sebabkan Kerusakan Paru-paru

Oh Begitu
Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Meninggalnya Bupati Situbondo, Benarkah Ada Jenis Virus Corona Ganas?

Oh Begitu
Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Setelah Sinovac, Mungkinkah Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Pfizer Digunakan Juga di Indonesia?

Oh Begitu
Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Remaja Wajib Tahu, Kehamilan Usia Dini Berisiko Biologis hingga Psikologis

Kita
komentar
Close Ads X