Kompas.com - 07/05/2020, 12:02 WIB
Fenomena Bulan Supermoon yang juga disebut sebagai super pink moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020) dini hari. Astronom Indonesia menyebutkan, fenomena supermoon dimana bulan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya itu terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat sekitar 356,909 kilometer dari Bumi dan merupakan supermoon terbesar sepanjanb 2020, sekitar 9 jam setelah Bulan berada di perigee disusul bulan purnama Pink Moon, Egg Moon, dan Grass Moon di negara-negara empat musim. ANTARA FOTO/RAHMADFenomena Bulan Supermoon yang juga disebut sebagai super pink moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Rabu (8/4/2020) dini hari. Astronom Indonesia menyebutkan, fenomena supermoon dimana bulan 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya itu terjadi saat bulan berada pada titik perige terdekat sekitar 356,909 kilometer dari Bumi dan merupakan supermoon terbesar sepanjanb 2020, sekitar 9 jam setelah Bulan berada di perigee disusul bulan purnama Pink Moon, Egg Moon, dan Grass Moon di negara-negara empat musim.

KOMPAS.com – Salah satu fenomena langit tengah berlangsung, dan dapat dilihat dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Fenomena tersebut adalah supermoon, yang di belahan Bumi lain disebut Flower Moon karena menandakan datangnya musim semi.

“Bulan Purnama akan terjadi pada saat yang cukup berdekatan waktunya dengan saat Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi (perigee), atau kadang disebut sebagai fenomena supermoon,” tutur Peneliti Sains Antariksa LAPAN Bandung, Dr Johan Muhammad kepada Kompas.com, Rabu (6/5/2020).

Baca juga: Dini Hari Nanti, Supermoon Terbesar Tahun Ini

Supermoon kali ini akan menjadi yang terakhir di tahun 2020. Johan mengatakan, fenomena serupa baru akan terjadi lagi pada Maret 2021. Terlebih lagi, supermoon kali ini memiliki keistimewaan.

“Pada bulan ini, fase puncak purnama akan terjadi berdekatan waktunya dengan waktu tenggelamnya Matahari di kebanyakan wilayah di Indonesia,” tutur Johan.

Waktu melihat supermoon

Johan mengatakan waktu untuk melihat supermoon dapat diketahui menggunakan pedoman waktu terjadinya bulan purnama.

“Waktu puncak purnama sejatinya akan terjadi tanggal 7 mei, tapi Bulan akan berada di perigee pada tanggal 6 Mei,” tutur ia.

Oleh karena itu sejak Rabu (6/5) hingga malam ini, Kamis (7/5), kita bisa menyaksikan Bulan di langit dengan jelas dan hampir teriluminasi sempurna jika cuaca cerah.

Baca juga: Fenomena Langit Mei 2020: Hujan Meteor hingga Matahari di Atas Kabah

Waktu puncak fase purnama kali ini adalah Kamis (7/5) pukul 17.45 WIB. Sedangkan Bulan di titik perigee terjadi pada Rabu (6/5) pukul 10.03 WIB.

“Secara teknis Bulan akan tampak terang dan hampir bulat sempurna pada sekitar waktu-waktu tersebut. Yaitu mulai terbit Bulan saat senja tanggal 6 Mei hingga fajar tanggal 8 Mei,” papar Johan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ini, Ada Fenomena Konjungsi Superior Merkurius dan Bulan-Pollux

Hari Ini, Ada Fenomena Konjungsi Superior Merkurius dan Bulan-Pollux

Fenomena
BMKG: Siklon Tropis Surigae Melemah, tapi Masih Memengaruhi Cuaca di Wilayah Ini

BMKG: Siklon Tropis Surigae Melemah, tapi Masih Memengaruhi Cuaca di Wilayah Ini

Fenomena
Kebanyakan Orang Kesulitan Menurunkan Berat Badan dalam Jangka Panjang

Kebanyakan Orang Kesulitan Menurunkan Berat Badan dalam Jangka Panjang

Oh Begitu
Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Asal-usul Nama Magelang, Taktik Pangeran Purbaya Mengepung Jin

Oh Begitu
Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Manfaat Tertawa untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Bakar Kalori

Kita
[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

[POPULER SAINS] Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dikecam | Cat Terputih di Dunia untuk Perangi Pemanasan Global

Oh Begitu
Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Tenggorokan Kering dan Gatal saat Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Kita
Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Anjing Terlatih Bisa Mendeteksi Virus Corona dari Urine Manusia

Oh Begitu
Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Ilmuwan: Risiko Pembekuan Darah akibat Covid-19 Delapan Kali Lebih Tinggi dari Vaksin AstraZeneca

Oh Begitu
Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Fakta Blobfish, Ikan Wajah Gendut yang Dijuluki Hewan Terjelek Sedunia

Oh Begitu
Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Hasil Uji Vaksin Covid-19 Sinovac di Dunia Nyata, 80 Persen Efektif Cegah Kematian

Oh Begitu
6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

6 Gejala Infeksi Sinusitis, Sakit Kepala hingga Hidung Tersumbat

Kita
Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Jangan Abaikan Jamur di Makanan, Berisiko Sebabkan Penyakit Termasuk Kanker

Oh Begitu
Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
komentar
Close Ads X