Ahli Sebut 12 Pohon Langka Indonesia Terancam Punah

Kompas.com - 10/03/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi hutan ShutterstockIlustrasi hutan

KOMPAS.com - Sebanyak 12 pohon langka terancam punah di kawasan hutan Nusantara. Hal tersebut diungkapkan oleh Peneliti Botani di Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kusumadewi Sri Yulianti.

Ia mengatakan, hampir 64 persen daratan Indonesia merupakan kawasan hutan. Namun, nilai luasan hutan ini terus menyusut akibat konversi lahan, ekploitasi sumber daya, dan perubahan iklim global.

"Kondisi tersebut tentunya mengancam kelestarian hutan, termasuk berbagai spesies pohon," tuturnya kepada Kompas.com.

Baca juga: Hutan Dunia Hilang Kemampuan untuk Serap Karbondioksida

Sebagian dari berbagai spesies pohon tersebut, 12 di antaranya berstatus terancam punah dan masuk dalam kategori langka yang ditetapkan dalam buku Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK).

Untuk diketahui, penetapan status pohon langka didasarkan pada empat kriteria yaitu kelangkaan, keterancaman, nilai manfaat dan pelestarian. Berdasarkan kriteria tersebut, disusunlah tiga skala prioritas.

Baca juga: Hutan Hujan Amazon Akan Hadapi Titik Kritis, Ini Prediksi Ilmuwan

Prioritas I

Prioritas ini merupakan kategori kritis yang menuntut segera dilakukan konservasi dan diperkirakan pundah dalam waktu dekat.

Kata Sri, sebaran spesies pohon endemik ini sangat sempit, populasinya sangat kecil, serta status ancaman masih berlangsung.

Pohon kategori ini adalah Pelahar (Dipterocarpus littoralis), Lagan Brass (Dipterocarpus cinereus), Resak Banten (Vatica bantamensis), dan Resak Brebes (Vatica javanica spp Javanica).

Prioritas II

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X