[POPULER SAINS] Penolakan Vaksin Turun Drastis Akibat Corona, Kajian Megathrust Sukabumi Perlu Mitigasi

Kompas.com - 10/03/2020, 09:02 WIB
Petugas keamanan bersama seorang ibu dan anaknya yang dilarang masuk kedalam Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020). Pemerintah resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona pada hari minggu, total ada 6 pasien kasus Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas keamanan bersama seorang ibu dan anaknya yang dilarang masuk kedalam Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (9/3/2020). Pemerintah resmi mengumumkan bertambahnya pasien yang dikonfirmasi positif tertular virus corona pada hari minggu, total ada 6 pasien kasus Covid-19.

KOMPAS.com – Pada Senin (9/3/2020), berita tentang virus SARS-CoV-2 masih mendominasi.

Apalagi sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 19 orang.

Selain itu, berita populer lainnya di kanal Sains berkaitan dengan zona megathrust yang katanya berpotensi mendatangkan tsunami besar di Sukabumi.

Berikut rekap dua berita terpopuler kanal Sains pada Senin (9/3/2020).

Wabah Covid-19 Membuat Penolakan Vaksinasi Turun Drastis

Riset terbaru yang dilakukan oleh Iim Halimatusa’diyah menyebutkan bahwa ketika ada situasi darurat seperti wabah penyakit di Indonesia, tingkat penolakan terhadap imunisasi cenderung lebih rendah dibandingkan jika tidak ada wabah tertentu.

Hal itu dibuktikan oleh peneliti melalui survei online pada 2018. Survei tersebut memang tidak spesifik membahas tentang Covid-19, karena saat itu belum ada wabah ini. Riset tersebut dilatarbelakangi oleh munculnya wabah difteri di berbagai wilayah Indonesia pada 2017-2018.

Ilustrasi vaksinasi anak-anak.SHUTTERSTOCK Ilustrasi vaksinasi anak-anak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Survei dilakukan terhadap 526 responden yang tersebar hampir di semua provinsi di Indonesia, dengan usia antara 17-54 tahun. Peneliti membandingkan sikap responden terhadap imunisasi polio, varisela (vaksin cacar air), DT (diphteria tetanus), dan MR (campak dan rubella) saat ada wabah dan saat tidak ada wabah.

Survei tersebut menunjukkan penerimaan masyarakat terhadap vaksinasi jauh lebih tinggi saat terjadi wabah penyakit dibanding saat tidak terjadi wabah.

Berita selengkapnya ada di tautan:

https://www.kompas.com/sains/read/2020/03/09/173400623/manfaat-tak-terduga-covid-19-penolakan-vaksinasi-bisa-turun-drastis?page=1

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.