Hutan Dunia Hilang Kemampuan untuk Serap Karbondioksida

Kompas.com - 09/03/2020, 20:03 WIB
Foto udara menunjukkan kobaran api yang melalap hutan di Kota Candeias do Jamari, Amazon, Brasil, Sabtu (24/8/2019). Kebakaran hutan Amazon menjadi sorotan dunia setelah api yang menjalar di paru-paru dunia itu mencapai 18.627 kilometer persegi tahun ini, dengan 76.720 kebakaran terjadi dari Januari-Agustus. AFP/GREENPEACE/VICTOR MORIYAMAFoto udara menunjukkan kobaran api yang melalap hutan di Kota Candeias do Jamari, Amazon, Brasil, Sabtu (24/8/2019). Kebakaran hutan Amazon menjadi sorotan dunia setelah api yang menjalar di paru-paru dunia itu mencapai 18.627 kilometer persegi tahun ini, dengan 76.720 kebakaran terjadi dari Januari-Agustus.

KOMPAS.com – Studi menyebutkan bahwa hutan tropis dunia kehilangan kemampuan untuk menyerap karbondioksida. Hal ini menjadi kebalikan dari fungsi hutan yang seharusnya, yakni menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen yang dihirup mahluk hidup.

Hal ini menimbulkan percepatan dalam hal perubahan iklim dan pemanasan global.

Hutan Amazon misalnya, sudah mulai berubah menjadi penghasil karbondioksida karena pembalakan dan penebangan liar. Hutan tropis dunia juga kehilangan kemampuan untuk menyerap karbondioksida karena kekeringan dan temperatur ekstrem.

Baca juga: Hutan Hujan Amazon Akan Hadapi Titik Kritis, Ini Prediksi Ilmuwan

Hal tersebut merupakan hasil studi analisis dari Leeds University.

“Kami menemukan dampak yang paling menyeramkan dari perubahan iklim sudah mulai terlihat,” tutur Simon Lewis, profesor dari School of Geography di Leeds University, seperti dilansir dari The Guardian, Senin (9/3/2020).

Jika lahan akibat penebangan liar semakin besar, maka seluruh Bumi harus bergotong-royong lebih keras untuk mengurangi produksi karbondioksida.

Baca juga: Kebakaran Telah Melahap Seperlima Hutan di Australia

Penelitian membuktikan bahwa tiga dekade terakhir, jumlah karbon yang diserap oleh hutan tropis dunia berkurang drastis. Penelitian ini dilakukan oleh hampir 100 institusi ilmiah di dunia.

Hutan tropis dunia saat ini hanya menyerap sepertiga dari jumlah karbon yang dihasilkan pada tahun 1990. Hal ini menyebabkan pemanasan global yang ekstrem, kekeringan, dan deforestasi.

Seperti inilah citra satelit yang diperoleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang memperlihatkan kepulan asap di hutan hujan tropis Amazon akibat kebakaran pada pertengahan Agustus ini.NASA Earth Observatory via Daily Mirror Seperti inilah citra satelit yang diperoleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang memperlihatkan kepulan asap di hutan hujan tropis Amazon akibat kebakaran pada pertengahan Agustus ini.

Pada 1990, jumlah karbon yang diserap oleh hutan tropis mencapai 46 miliar ton, atau sama dengan 17 persen jumlah karbondioksida yang dihasilkan oleh manusia.

Sementara itu, dalam satu dekade terakhir, jumlah karbon yang diserap menurun drastis menjadi hanya 25 miliar ton. Jumlah tersebut hanya 6 persen dari jumlah emisi global.

Baca juga: NASA: Asap Kebakaran Hutan Australia Menyebar ke Seluruh Dunia

Jika hal seperti ini terus terjadi, hutan tropis akan menjadi penghasil karbondioksida pada 2060.

“Manusia yang hidup di masa sekarang cukup beruntung, karena hutan tropis masih menyerap banyak hasil polusi kita. Tapi di masa mendatang hal itu belum tentu bisa terjadi,” tutur Lewis.

Baca juga: Hutan Purba Berusia 385 Juta Tahun Ditemukan di New York

Hal yang bisa dilakukan saat ini, lanjut ia, adalah meminimalisir atau bahkan menghentikan emisi yang dihasilkan dari fosil.

“Sekarang adalah waktunya untuk beraksi,” tambah Lewis.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X