Polusi Udara Lebih Mengancam Dunia Dibanding Corona, Ini Alasannya

Kompas.com - 04/03/2020, 11:04 WIB
Ilustrasi polusi udara dalam ruangan SHUTTERSTOCKIlustrasi polusi udara dalam ruangan

Di antaranya adalah Singapura, Australia, Indonesia, Brasil, Kuala Lumpur, Bangkok, Chiang Mai, dan Los Angeles.

2. Badai Pasir

Penggurunan dan badai pasir mempunyai peran besar dalam kualitas udara yang buruk di Timur Tengah dan wilayah China barat.

3. Populasi meningkat (urbanisasi)

Populasi yang kian meningkat dan membesar di seluruh dunia saat ini, kata Hammes, tidak diikuti dengan kemudahan mendapatkan akses mengenai data polusi udara dalam real-time, khususnya di Afrika dan Timur Tengah.

Polusi akibat urbanisasi kota yang sangat cepat layaknya juga terjadi di wilayah Asia Tenggara.

Namun, dengan meningkatnya jumlah warga dunia dan LSM membuat terjadinya penyebaran sensor kualitas udara yang murah untuk mengisi kesenjangan data di kawasan tersebut.

Upaya itu berdampak positif karena data kualitas udara publik kini tersedia untuk pertama kalinya di Angola, Bahama, Kamboja, Kongo, Mesir, Ghana, Latvia, Nigeria dan Suriah.

4. Perubahan iklim

Data kualitas udara 2019 menunjukkan indikasi yang jelas bahwa perubahan iklim dapat secara langsung meningkatkan risiko paparan polusi udara, melalui peningkatan frekuensi dan intensitas kebakaran hutan dan badai pasir.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X