Kompas.com - 06/07/2022, 18:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan kawasan wisata Tana Mori di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih berjalan. Terbagi menjadi dua fase, kini pembangunannya masih berada pada tahap 1.

Hingga minggu ketiga Juni 2022, progres pembangunan kawasan Tana Mori tahap 1 telah mencapai 34,26 persen atau melebihi target yaitu 32,90 persen.

Meliputi pembangunan infrastruktur dasar dan utilitas, fasilitas MICE, serta Wellness Center. Mencakup lingkup konstruksi, perencanaan, serta pekerjaan umum.

Pengembangan kawasan seluas 20 hektar ini untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan ke Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

Baca juga: ITDC Dapat PMN Rp 470 Miliar untuk Pengembangan Kawasan Tana Mori

Ke depannya, Tana Mori akan dikembangkan menjadi kawasan pariwisata berkelanjutan terintegrasi, yang dilengkapi fasilitas hotel dan resor berbintang, serta fasilitas MICE berstandar internasional.

Lalu, pusat penelitian dan wisata edukasi komodo, wisata petualangan (adventure tourism), pelabuhan wisata dan penyeberangan, serta fasilitas penunjang wisata lainnya.

Pembangunan kawasan wisata Tana Mori di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)Dok. ITDC Pembangunan kawasan wisata Tana Mori di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer mengatakan, pengalaman pengembangan kawasan The Nusa Dua dan The Mandalika juga diterapkan di Tana Mori.

"Pengembangan yang kami lakukan akan memperhatikan pelestarian alam, budaya dan kesejahteraan masyarakat daerah sekitar destinasi pariwisata," ujarnya dikutip dari laman resmi ITDC, Rabu (06/07/2022).

Keseluruhan pembangunan tahap 1 dijadwalkan dapat selesai pada Kuartal 1-2023. Sementara untuk penyelesaian infrastruktur dan fasilitas MICE ditargetkan pada Kuartal 4-2022.

"Kami optimistis proyek ini akan selesai sesuai tenggat waktu dengan kualitas berstandar internasional," tandasnya.

Setelah pekerjaan tahap 1 rampung, pembangunan destinasi pariwisata Tana Mori akan memasuki tahap 2 berupa fasilitas akomodasi hotel bintang lima.

Baca juga: Ada Jalan Baru Rute Labuan Bajo-Tana Mori, Waktu Tempuh Jadi 1 Jam

Sebagai informasi, pendanaan pembangunan tahap 1 Tana Mori ini menggunakan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 470 miliar. 

Pembangunan kawasan wisata Tana Mori di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)Dok. ITDC Pembangunan kawasan wisata Tana Mori di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
PMN ini dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur dasar yaitu jalan akses, utilitas antara lain jaringan listrik, jaringan plumbing, ground water tank, tempat pembuangan sampah sementara.

Kemudian, fasilitas utama kawasan berupa fasilitas MICE untuk 200 pax, serta fasilitas lainnya berupa Wellness Center. 

Pembangunan infrastruktur, venue MICE, dan Wellness Center merupakan bagian dari master plan pengembangan keseluruhan kawasan Tana Mori.

Guna mendukung aksesibilitas, Kementerian PUPR juga tengah membangun akses jalan menuju kawasan Tana Mori kurang lebih sepanjang 25 kilometer dan ditargetkan selesai November 2022. 

Dengan adanya akses jalan ini, nantinya kawasan ini dapat ditempuh dengan berkendara kurang dari 30 menit dari Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.