Kompas.com - 08/11/2021, 14:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah bungalow memiliki sejarah unik dalam arsitektur dan masih menjadi salah satu gaya perumahan populer yang dicari pembeli saat ini.

Bungalow adalah rumah yang mudah dirawat yang telah mengalami banyak perubahan selama bertahun-tahun dengan nuansa modern yang disesuaikan.

Namun, tahukah Anda, apa itu bungalow? Ini adalah rumah tipe pondok kecil, biasanya dibangun sebagai tempat tinggal satu lantai. Tergantung pada gayanya, bungalow dapat memiliki lebih dari satu lantai.

Biasanya memiliki atap miring, denah lantai terbuka, jendela depan yang besar, punya kolam renang kecil dan beranda depan yang luas.

Baca juga: Ini Empat Karakter Arsitektur Tradisional Suku Baduy

Gerakan Seni dan Kerajinan mengantarkan bungalo bergaya Amerika menjadi terkenal selama awal abad kedua puluh, dan variasi gaya ini terus dicari oleh pemilik rumah di seluruh dunia.

Bungalow modern diadaptasi dari gubuk berlantai satu yang umum di India selama abad kesembilan belas.

Versi pertama bungalow modern dibangun di Bengal untuk perwira Inggris selama pendudukan kolonial Inggris di India.

Penjajah Inggris yang menduduki mempekerjakan pekerja dari wilayah tersebut untuk membangun rumah kecil berlantai satu yang ekonomis dengan gaya Bangla (atau Bangala), sebuah kata Hindustan yang berarti “milik Bengal.”

Bungalow dibuat rendah ke tanah dengan beranda lebar yang terlindung untuk menaungi penghuni dari panasnya matahari.

Pada awal 1900-an, bungalow menjadi gaya arsitektur yang dominan di Amerika Serikat.

Baca juga: Delapan Fakta dan Misteri tentang Arsitektur Mesir

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atasi Banjir, Hadi Ajak Basuki Tinjau Sungai Sepanjang Jabodetabek-Punjur

Atasi Banjir, Hadi Ajak Basuki Tinjau Sungai Sepanjang Jabodetabek-Punjur

Berita
Sebentar Lagi Berlaku, Catat Rincian Tarif Tol Pekanbaru-Bangkinang

Sebentar Lagi Berlaku, Catat Rincian Tarif Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita
Sri Mulyani Sebut Negara Berperadaban Tinggi Bisa Dilihat dari Cara Perlakukan Aset

Sri Mulyani Sebut Negara Berperadaban Tinggi Bisa Dilihat dari Cara Perlakukan Aset

Berita
8 Benteng dengan Arsitektur Keren Peninggalan Belanda

8 Benteng dengan Arsitektur Keren Peninggalan Belanda

Arsitektur
Buat Hunian Ramah Lingkungan, Mahasiswa UI Kantongi Medali Perak di PIMNAS 2022

Buat Hunian Ramah Lingkungan, Mahasiswa UI Kantongi Medali Perak di PIMNAS 2022

Berita
Kementerian PUPR Gelar Seremoni Serah Terima BMN Tahap 2 Rp 19,08 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian PUPR Gelar Seremoni Serah Terima BMN Tahap 2 Rp 19,08 Triliun, Ini Rinciannya

Berita
Penataan Ruang Jabodetabek-Punjur Butuh Inovasi Pendanaan

Penataan Ruang Jabodetabek-Punjur Butuh Inovasi Pendanaan

Berita
Pilihan Warna Cat Rumah Bagian Dalam Ini Ternyata Bikin Hunian Gampang Kotor

Pilihan Warna Cat Rumah Bagian Dalam Ini Ternyata Bikin Hunian Gampang Kotor

Tips
Sri Mulyani Puji Basuki: 'The Truly' Bapak Pembangunan Indonesia

Sri Mulyani Puji Basuki: "The Truly" Bapak Pembangunan Indonesia

Berita
DKI Dapat Aset Hibah Jalan Nasional Rp 217 Triliun dari Kementerian PUPR

DKI Dapat Aset Hibah Jalan Nasional Rp 217 Triliun dari Kementerian PUPR

Berita
ATR/BPN Luncurkan GISLINER, Layanan Digital Cek Status Tanah dan Ruang

ATR/BPN Luncurkan GISLINER, Layanan Digital Cek Status Tanah dan Ruang

Berita
Profil Megaproyek Meikarta, Sederet Masalah Hingga Kini Dituntut Sejumlah Pembelinya

Profil Megaproyek Meikarta, Sederet Masalah Hingga Kini Dituntut Sejumlah Pembelinya

Berita
Pekerjaan Rumah Metropolitan Jakarta sebagai Pusat Ekonomi Nasional

Pekerjaan Rumah Metropolitan Jakarta sebagai Pusat Ekonomi Nasional

BrandzView
Cegah Krisis Iklim, Indonesia Perlu Hentikan PLTU Secara Bertahap

Cegah Krisis Iklim, Indonesia Perlu Hentikan PLTU Secara Bertahap

Berita
Pembangunan Infrastruktur Butuh 'Safeguard Policy', Apa Itu?

Pembangunan Infrastruktur Butuh "Safeguard Policy", Apa Itu?

Berita
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.