Volume Lalin Jalan Tol Anjlok hingga 40 Persen Akibat PPKM Darurat

Kompas.com - 09/07/2021, 15:30 WIB
Titik penyekatan jalan tol Jasa Marga Group Jasa Marga Titik penyekatan jalan tol Jasa Marga Group

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali mengakibatkan penurunan volume lalu lintas (lalin) jalan tol.

Anggota Pengurus Bidang Kebijakan Pengembangan Transaksi Jalan Tol Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) Fitri Wijayanti menuturkan, sejak hari pertama PPKM Darurat berlaku yaitu 3 Juli 2021 hinga saat ini terjadi penurunan volume lalu lintas sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan beberapa ruas jalan tol juga mengalami penurunan volume lebih dalam lagi mencapai 70 persen.

Namun demikian, Fitri menganggap penurunan itu wajar terjadi karena adanya penyekatan dan pembatasan lalu lintas di sejumlah titik ruas jalan tol.

Baca juga: Kontur Menantang, Proyek Tol Binjai-Pangkalan Brandan Gunakan Teknologi CSP

"Penurunan terjadi karea adanya pembatasan lalu lintas baik penyekatan secara total atau ditutup akses jalannya dan ada juga yang screening artinya diperiksa kelengkapan dokumennya," ujar Fitri dalam diskusi virtual, Jumat (09/07/2021).

Sekretaris Jenderal ATI Krist Ade Sudiyono menambahkan, secara umum penurunan lalin jalan tol sudah terjadi sejak awal pandemi Covid-19 2020 lalu.

"Kalau saya melihatnya secara global, bahwa volume lalu lintas kita itu memang longsor selama pandemi dibandingkan sebelum pandemi, jadi bukan hanya karena PPKM saja. Rata-rata tahun 2020 itu kami membukukan rekor penurunan 20 persen hingga 30 persen dibandingkan 2019," ungkap Krist.

Kondisi volume lalin jalan tol di Indonesia sempat membaik pada awal tahun 2021 pada saat pemerintah dapat mengendalikan dan menekan laju penularan Covid-19.

Hanya, posisinya belum bisa kembali pada saat sebelum pandemi, namun paling tidak sudah menunjukan tren positif.

"Ketika ada kebijakan saat ini seperti PPKM Darurat dan mikro, kembali lagi nature lalin tol kita turun dengan segala pembatasan yang terjadi," paparnya.

Pembatasan di jalan tol juga sekaligus menjadi bentuk kontribusi anggota ATI untuk bersama-bersama mencegah penularan Covid-19 di masyarakat.

"Konsekuensinya memang lalu lintas turun, biaya operasi naik, namun kami tetap menjadi bagian dari anak bangsa, semoga dengan ikhtiar ini penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan," pungkas Krist.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.