Kompas.com - 09/07/2021, 14:00 WIB
Ilustrasi hotel. Pixabay/Ming DaiIlustrasi hotel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, okupansi bulanan sektor perhotelan di Bali saat ini mengandalkan wisatawan domestik.

"Jadi, memang sekarang ini, Bali (okupansi) bergantung pada wisatawan domestik," ujar Ferry dalam laporan yang diterima Kompas.com, Kamis (08/07/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti diketahui, jumlah kedatangan wisatawan asing di Bali masih di bawah 100 orang hingga Mei tahun ini.

Kendati demikian, tingkat keterisian hotel di Bali mulai merangkak naik atau sekitar 18 persen pada Mei lalu.

Angka ini jauh lebih baik ketimbang periode yang sama pada tahun lalu yaitu di bawah 10 persen.

Namun, jumlah itu masih sangat jauh bila dibandingkan kondisi normal pada tahun 2019 yaitu sekitar 59 persen.

Baca juga: Meski Ada Pembatasan, Okupansi Hotel di Jakarta Tetap Stagnan

Saat ini, hal yang perlu dilakukan Pemerintah adalah mempercepat program vaksinasi agar sektor perhotelan di Bali kembali bergerak.

Ferry menuturkan, beberapa hotel di Bali mulai memfasilitasi hybrid meeting (konsep pertemuan secara daring maupun luring).

Fasilitas itu diberikan karena perhotelan di Bali masih belum kembali ke kondisi normal karena belum dibukanya pintu bagi wisatawan asing ke wilayah tersebut.

Hingga Kuartal II-2021, tarif rata-rata harian atau average daily rate (ADR) hotel di Bali sebesar 50 dollar AS atau sekitar Rp 727.461.

Sementara average operating room (AOR) atau tarif rata-rata pengoperasian ruangannya sekitar 24 dollar AS atau sebesar Rp 349.198.

Ada beberapa upaya yang dilakukan para hotelier (manajemen hotel) di Bali untuk menggaet para pengunjung.

Misalnya, memberikan promosi, terutama bagi para tamu yang long stay (menginap lama) dan mengoptimalkan divisi lain seperti food & beverages (F&B) untuk memperoleh revenue (pendapatan).

Selain itu, manajemen hotel juga akan bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyediakan fasilitas karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.