Pembangunan Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Dimulai Agustus 2021

Kompas.com - 19/06/2021, 19:00 WIB
Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen resmi ditandatangani pada Jumat (13/11/2020). PPJT dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BPJT Danang Parikesit, dan Dirut PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani. Muawwan DaelamiPerjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Perjanjian Penjaminan Proyek Jalan Tol Yogyakarta-Bawen resmi ditandatangani pada Jumat (13/11/2020). PPJT dilakukan oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BPJT Danang Parikesit, dan Dirut PT Jasamarga Jogja Bawen Mirza Nurul Handayani.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasamarga Jogja Bawen atau JJB menargetkan, konstruksi Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 (Yogyakarta-Simpang Susun (SS) Banyurejo) dimulai Agustus 2021.

PGS Direktur Utama JJB Oemi Vierta Moerdika mengatakan hal ini dalam siaran pers yang dikutip Kompas.com, Sabtu (19/06/2021).

"Jika tercapai, maka kami targetkan konstruksi Seksi 1 sudah dapat dimulai pada Agustus 2021 mendatang,” jelas Oemi.

Saat ini, penyusunan dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA) sedang disusun dengan target persetujuan RTA parsial untuk semua seksi, dan target terdekat adalah konstruksi Seksi 1.

Di samping itu, JJB telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait percepatan penetapan lokasi (Penlok) Tol Yogyakarta-Bawen.

Dia berharap, kehadiran Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto dapat memberikan solusi dengan formula yang tepat terkait kendala pengadaan tanah tol tersebut.

Jadi, segala target yang telah ditentukan JJB bisa terlaksana sesuai rencana, baik konstruksi maupun operasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PPJT Resmi Diteken, Tol Yogyakarta-Bawen Direncanakan Tuntas 2023

Sementara itu, Airlangga mengatakan, Kemenko Bidang Perekonomian sangat mendukung penuh proses pengerjaan Tol Yogyakarta-Bawen, termasuk mendorong percepatan penyelesaian sejumlah kendala teknis dan non-teknis yang tengah dihadapi.

Menurutnya, hal paling krusial terkait pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen adalah soal pendanaan untuk pengadaan tanah.

"Kami dari Kemenko Bidang Perekonomian akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait proyek ini untuk nantinya mencarikan solusi atas kendala terhadap pendanaan,” tegas Airlangga.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit juga akan mendukung penuh kebijakan yang diambil setelah kunjungan dari Airlangga Hartanto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Perlu diketahui, Tol Yogyakarta-Bawen memiliki nilai investasi sebesar Rp 14,26 triliun dan masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan tol ini terdiri dari 6 seksi yaitu Seksi 1 Yogyakarta-SS Banyurejo sepanjang 8,25 kilometer, SS Banyurejo-SS Borobudur sepanjang 15,26 kilometer, dan SS Borobudur-SS Magelang sepanjang 8,08 kilometer.

Kemudian, SS Magelang-SS Temanggung sepanjang 16,64 kilometer, SS Temanggung-SS Ambarawa sepanjang 22,56 kilometer, sera SS Ambarawa-Interchange (IC) Bawen membentang 5,21 kilometer.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X