Pemda NTT Diminta Siapkan Lahan Relokasi Warga Terdampak Bencana Alam

Kompas.com - 12/04/2021, 22:00 WIB
sebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR) KOMPAS.COM/MARKUS MAKURsebanyak 47 siswa dan siswi SMPN 04 Kota Komba melaksanakan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital dibawah tenda darurat di tengah hutan di Gunung Wokonggoro, Kampung Gurung, Desa Gunung, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin, (12/4/2021). Ujian dilaksanakan dari Senin, (12/4/2021) sampai Kamis, (15/4/2021). (KOMPAS.com/MARKUS MAKUR)

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah daerah (pemda) kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT), diminta untuk menyiapkan lahan relokasi bagi warga yang terdampak bencana alam Siklon Seroja serta longsor dan banjir.

Wakil Gubernur NTT Josef A Nae Soi menyampaikan hal itu saat memberikan keterangan pers di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Alam Siklon Tropis Seroja Provinsi NTT di ula El Tari, Senin (12/4/2021).

"Kami minta pada pemkab dan pemkot agar segera memberikan data korban-korban yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. Juga segera menyiapkan lahan bagi para korban sehingga bisa direlokasi. Ini dibiayai oleh pemerintah pusat," kata Josef.

Pemkab dan pemkot juga harus segera melakukan koordinasi Kantor Wilayah BPN agar masyarakat yang direlokasi tersebut tidak kesulitan dalam mengurus sertifikat tanah.

Baca juga: 2.000 Rumah Risha Dibangun di NTT dan NTB Pasca-bencana

Josef menginginkan pembangunan relokasi ini dipercepat mengingat banyak warga yang harus direlokasi dan ditangani dengan cepat.

Melalui BNPB, dana tunggu hunian (DTH) sebesar Rp 500.000 per bulan akan diberikan untuk setiap kepala keluarga yang menjadi korban bencana alam.

Hingga saat ini, masyarakat di kawasan Pantar, Kabupaten Alor, dan Oepoli, Kabupaten Kupang, masih terisolasi karena longsor dan jembatan putus.

"Tadi kami sudah bawa bantuan. Serta di Oepoli ada jembatan yang putus dan masyarakat tidak bisa melewati sungai.Kami juga bawa dokter dan obat-obataan untuk bantu mereka di sana," jelasnya.

Josef sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat terhadap bencana alam di NTT.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo yang sudah datang dan melihat langsung lokasi bencana dan iuga jajaran kementerian yang sudah memberikan bantuan," tuntas dia.

Salam,



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X