Pemerintah Tambah 95 Sabo Dam Baru, Antisipasi Banjir Lahar Merapi

Kompas.com - 05/02/2021, 15:03 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Yogyakarta, saat meninjau Sabo Dam Kali Gendol, Kamis (4/2/2021). Dok. Kementerian PUPR.Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Yogyakarta, saat meninjau Sabo Dam Kali Gendol, Kamis (4/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menambah 95 unit sabo dam baru berkapasitas 12,79 juta meter kubik di Darerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Jawa Tengah.

Penambahan Sabo Dam ini didapatkan beradasarkan hasil kajian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air melalui Konsultan Yachiyo Engineering Consultant.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sabo dam dibangun untuk menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik.

Sehingga, dapat meminimalisasi risiko bencana banjir lahar di hilir sungai serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi.

“Kalau bendungan menahan air, sabo dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (5/2/2021).

Hingga saat ini, 272 unit sabo dam di Provinsi DIY dan Jawa Tengah dengan daya tampung sebesar 13,93 juta meter kubik telah dibangun.

Tujuh di antaranya telah dibangun selama Tahun 2018-2020 yang tersebar di Kabupaten Magelang dan Sleman.

Baca juga: Tangkal Banjir Lahar Gunung Merapi, 7 Sabo Dam Dibangun

Lingkup pekerjaannya mencakup pembangunan 1 sabo baru di Kali Putih, rehabilitasi 3 sabo di Kali Gendol, rehabilitasi 2 sabo dan pembangunan 2 sabo baru di Kali Pabelan, pembangunan 1 sabo baru, serta rehabilitasi 1 sabo di Kali Lamat.

Biaya pembangunan dan rehabilitasi tersebut sebesar Rp 101 miliar melalui program loan (pinjaman) JICA kontrak tahun jamak dengan kontraktor PT Brantas Abipraya (Persero).

Sabo dam dibangun secara bertingkat dengan ukuran berbeda, dimana yang terbesar berada di atas untuk menahan batu besar dan terkecil untuk menahan pasir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X