Konstruksi Tol Indralaya-Prabumulih Tembus 25 Persen, Target Tuntas 2022

Kompas.com - 21/01/2021, 12:00 WIB
Proses pengerjaan tol Indralaya-Prabumulih yang saat ini masih berlangsung, Rabu (20/1/2021). Tol ini diperkirakan selesai pada Juli 2022. HANDOUTProses pengerjaan tol Indralaya-Prabumulih yang saat ini masih berlangsung, Rabu (20/1/2021). Tol ini diperkirakan selesai pada Juli 2022.

OGAN ILIR, KOMPAS.com - Konstruksi Jalan Tol Palembang-Muara Enim segmen Indralaya-Prabumulih sepanjang 65 kilometer telah mencapai progres signifikan sejak dimulai pembangunannya pada Juli 2020.

Pantauan di lokasi di Desa Sejaro Sakti Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Rabu (20/01/2021), tampak tiang pancang yang menjadi pondasi jalan tol sudah banyak terpasang.

Sejumlah pekerja juga terlihat tengah menganyam besi untuk pembangunan fly over di lokasi tersebut.

Sedangkan pekerja lain tampak berada di atas ketinggian tengah mengecor beton bagian atas dari fly over.

Baca juga: Hingga Akhir 2020, Hutama Karya Operasikan 513 Kilometer Tol Trans-Sumatera

Hal yang sama dilakukan pekerja lain yang melakukan pengecoran badan jalan dan merapikannya.

Proyek Manager Tol Indralaya-Muara Enim ruas Indralaya-Prabumulih Hasan Turcahyo mengatakan, pembangunan jalan tol ruas Indralaya-Prabumulih secara keseluruhan sudah mencapai 25 persen dengan panjang jalan yang sudah dikerjakan mencapai 34 persen.

Hasan optimistis, konstruksi fisik jalan bebas hambatan dengan nilai investasi Rp 6,7 triliun ini dapat diselesaikan pada Semester II-2022.

"Pekerjaan kita mulai di Juli 2020 lalu dan saat ini telah mencapai 25 persen. Jika tidak ada halangan maka ruas tersebut bisa digunakan pada semester kedua tahun 2022," kata Hasan.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan tol ini menggunakan tiga macam teknologi konstruksi mengikuti kontur lahan.

"Teknologi konstruksi itu adalah tiang pancang, timbunan biasa, dan PVD Free Loading," ungkap Hasan.

Pekerjaan Tol Indralaya-Prabumulih terus berlanjut di tengah kondisi Pandemi-19. Meski demikian, Hasan memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat dan pengaturan jam kerja disesuaikan sedemikian rupa.

"Pandemi (pekerjaan) tetap jalan, tapi kita terapkan protokol Covid-19, pekerja juga diberikan jam kerja yang normal," pungkas Hasan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X