Kompas.com - 13/10/2020, 15:37 WIB
Tyo Pakusadewo saat sesi foto dalam rangka promo film My Generation di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Senin (30/10/2017). Film arahan Upi ini menceritakan tentang remaja yang hidup di era millenial saat ini. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELITyo Pakusadewo saat sesi foto dalam rangka promo film My Generation di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Senin (30/10/2017). Film arahan Upi ini menceritakan tentang remaja yang hidup di era millenial saat ini.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum terdakwa Tyo Pakusadewo, Santrawan P Paparangan, membandingkan kasus kliennya dengan pembawa acara Raffi Ahmad yang pernah tersandung narkoba pada 2013.

Dalam pembacaan eksepsi atau nota keberatan, Sastrawan menyebut Raffi Ahmad mendapatkan rehabilitasi atas kasus yang menimpanya pada waktu itu.

"Bahwa masih sangat hangat dalam ingatan kita bersama terhadap kasus narkotika yang menimpa artis Raffi Ahmad pada tahun 2013 lalu," kata Santrawan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Bacakan Eksepsi, Kuasa Hukum Minta Tyo Pakusadewo Dilepaskan dari Tahanan

"Badan Narkotika Nasional mengirim artis Raffi Ahmad ke Lido Bogor, Jawa Barat, untuk menjalani rehabilitasi," ucap Santrawan melanjutkan. 

Ia membandingkan itu lantaran Tyo Pakusadewo saat ini belum menjalani rehabilitasi.

Padahal, kata Santrawan, BNN DKI Jakarta telah menerbitkan surat assessment pada Mei 2020 untuk Tyo Pakusasewo agar menjalani rehabilitasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kabar Terkini Kasus Tyo Pakusadewo, Resmi Ditahan dan Upaya Direhabilitasi

Masih dalam pembacaan eksepsi, Santrawan mengutip pernyataan Kepala Deputi Rehabilitasi BNN Kusnan Suriakusumah yang memberikan rehabilitasi kepada Raffi Ahmad.

Orang-orang yang berhak mendapatkan rehabilitasi, yakni orang yang datang sendiri untuk berobat dan orang yang tersandung kasus hukum.

"Meskipun orang tersebut enggan untuk direhabilitasi, namun demi kebaikannya maka BNN tetap memasukkannya ke Lido," ujar Santrawan.

Baca juga: Tyo Pakusadewo Pertanyakan Alasan Polisi Belum Berikan Rehabilitasi

Oleh sebab itu, Santrawan menegaskan Tyo Pakusadewo wajib menjalani rehabilitasi untuk pengobatannya. 

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X