Klaim Kasus Penggelapan Uang Rp 1,9 Miliar Dihentikan, Irwansyah Ucap Syukur

Kompas.com - 12/08/2020, 13:56 WIB
Irwansyah di sela pemutaran perdana film Harim di Tanah Haram di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan (4/12/2015) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGIrwansyah di sela pemutaran perdana film Harim di Tanah Haram di XXI Epicentrum Walk, Jakarta Selatan (4/12/2015) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Irwansyah, Zakir Rasyidin, mengklaim telah menerima Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dari Polrestabes Bandung terkait kasus yang menjerat kliennya.

Kasus tersebut terkait dugaan penggelapan uang Rp 1,9 miliar yang dituduhkan pelapor Medina Zein kepada Irwansyah di Polrestabes Bandung.

Baca juga: Irwansyah Buka Suara soal Dihentikannya Kasus Dugaan Penggelapan Uang Rp 1,9 Miliar

"Artinya, SP3 ini adalah bukti bahwa perkara yang dituduhkan kepada Mas Irwan selama ini juga tidaklah benar, seperti itu kurang lebihnya,” tutur Zakir di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

Sementara itu, Irwansyah yang berada di samping Zakir mengucap syukur atas terbitnya SP3 itu.

“Yang pasti perasaannya alhamdulillah syukur ya, Zaskia juga senang banget, cuma memang ini kasus sudah lumayan lama, sudah 10 bulanan gitu,” kata Irwansyah.

Baca juga: Fakta Terbaru Kasus Dugaan Penggelapan Uang Irwansyah vs Medina Zein

“Pas dapat kabar dari pihak Polrestabes, ya ketika dapat kabar dari Polrestabes, kita sujud syukur. Alhamdulilah memang menurut kami kalau kebenaran pasti akan, iya benar ujungnya,” sambung Irwansyah.

Diberitakan sebelumnya,  Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri menegaskan bahwa perkara hukum antara Medina Zein dan Irwansyah dihentikan untuk sementara waktu.

"Ya, sementara ini kami hentikan," kata Galih saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Komentar Irwansyah Terkait Penghentian Sementara Kasus Dugaan Penggelapan Uang

Saat ditanya soal penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus tersebut, Galih tak bisa menjawab lebih jauh.

Ia juga tidak mengungkapkan sejak kapan kasus dugaan penggelapan uang tersebut dihentikan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X