Garin Nugroho: Saya Termasuk Sutradara yang Langka

Kompas.com - 07/04/2020, 18:13 WIB
Sutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016). KOMPAS.com / DINO OKTAVIANOSutradara Garin Nugroho, saat diwawancara di newsroom Harian Kompas, Gedung Kompas Gramedia, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah film terkenal karya sutradara Garin Nugroho telah melambungkan namanya di dunia perfilman nasional.

Terakhir, film Kucumbu Tubuh Indahku di tahun 2019 yang mewakili Indonesia sebagai nominasi Piala Oscar 2020.

Dalam perbincangannya bersama sutradara Faozan Rizal, Garin mengungkapkan kelebihan dirinya yang sering menggarap berbagai genre film.

Baca juga: Garin Nugroho, Obsesi dan Perjalanan Menuju Planet Sebuah Lament

Misalnya, menurut Faozan, dari Bulan Tertusuk Ilalang (1994) film yang sangat personal, berganti ke film Rindu Kami Padamu (2004) yang sangat sederhana.

Garin lalu mengutip kalimat salah satu kritikus film internasional. 

"Dia mengatakan, 'Sedikit atau langka sutradara yang berani berubah genre, berubah style, berubah pendekatan dari satu film ke film yang lain'. Nah saya termasuk (sutradara) yang langka ini," kata Garin dalam siaran langsung di Instagram @ifdclub, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: Bicara Peluang Kucumbu Tubuh Indahku di Oscar, Garin Nugroho Merasa Dilema

Garin lalu membeberkan alasan dirinya memilih jalan selalu mencoba genre film berbeda.

"Saya suka sesuatu yang belum pernah saya lakukan. Mencari sesuatu yang mengelola, apa yang disebut peta baru dan mencoba melakukan sesuatu yang juga bikin saya menjadi tegang," ucap Garin.

"Jadi kalau saya bikin sesuatu yang baru kan menjadi tegang. Saya menjadi berdebar terus dan menjadi nol," katanya. 

Baca juga: Planet-Sebuah Lament, Karya Garin Nugroho yang Siap Pentas Awal 2020

Menjadi nol tersebut diartikannya dapat mempelajari ilmu baru.

"Menjadi nol tuh paling penting buat saya, menjadi bodoh tuh paling penting. Karena kalau sudah pintar ya sudah ngapain bikin, sudah tahu jadinya (seperti apa) ngapain bikin, repot betul sudah tahu jadinya kita (tetap) bikin," ujar Garin. 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X