Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membuat Pupuk Organik dari Daun Kelor dengan Mudah

Kompas.com - 27/03/2024, 17:29 WIB
Siti Nur Aeni

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Daun kelor atau Mronga oleifera sudah sejak dahulu terkenal kaya manfaat. Bahkan, daun ini sering digunakan sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai penyakit. 

Daun kelor juga mengandung banyak vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif lainnya. Bahkan, karbohidrat dan protein pun ada dalam daun ini. 

Salah satu senyawa penting yang ada di dalam daun kelor yaitu zeatin. Sebagai informasi, zeatin adalah unsur dalam sitokinin yang berperan penting untuk merangsang pertumbuhan tanaman dan menyediakan nutrisi pada tanaman selama masa pembuahan. 

Baca juga: Cara Membuat Pupuk NPK Alami dari Daun Kelor

Manfaat inilah yang membuat daun kelor banyak diolah sebagai pupuk organik. Selain kaya nutrisi, pembuatan pupuk organik dari daun kelor juga cukup mudah.

Dikutip dari Cybext Kementerian Pertanian, Rabu (27/3/2024), berikut cara membuat pupuk organik dari daun kelor dengan mudah. 

Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Ilustrasi daun kelorSHUTTERSTOCK/MAXIMS CREATIONS Ilustrasi daun kelor

  • Blender
  • Pisau
  • Saringan
  • Baskom
  • Drum atau ember
  • Kain bekas
  • Daun kelor 1 kg
  • Air cucian beras 10 liter
  • Gula pasir ½ kg

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Daun Kelor

Cara membuat pupuk organik dari daun kelor

Setelah semua alat dan bahan tersedia, langkah selanjutnya yaitu mencacah daun kelor menggunakan pisau hingga ukurannya menjadi kecil. 

Selanjutnya, haluskan potongan daun kelor menggunakan blender. Masukkan 10 liter air cucian beras ke dalam baskom. 

Lalu, tuangkan daun kelor yang sudah halus ke dalam baskom berisi air cucian besar dan aduk sampai dua bahan ini tercampur merata. Berikutnya, masukkan gula pasir dan aduk lagi sampai semua bahan tercampur merata. 

Baca juga: Cara Menaman Daun Kelor di Polybag dengan Teknik Biji dan Stek Batang

Melakukan fermentasi pupuk cair

Proses selanjutnya yaitu melakukan fermentasi untuk memperkaya mikroorganisme dalam pupuk cair tersebut. Proses fermentasi dilakukan menggunakan metode anaerob atau kedap udara. 

Masukkan semua bahan pupuk cair yang sudah dibuat sebelumnya ke dalam drum atau ember. Lalu, tutup sampai rapat. 

Proses fermentasi berlangsung 10 hingga 14 hari. Setiap dua sampai tiga hari sekali pupuk perlu diaduk. 

Ilustrasi pupuk cair, mengaplikasikan pupuk cair untuk tanaman. SHUTTERSTOCK/ROMAN DZIUBALO Ilustrasi pupuk cair, mengaplikasikan pupuk cair untuk tanaman.

Jika pupuk sudah mengeluarkan aroma harum seperti tapai, artinya proses fermentasi berhasil. Hasil fermentasi ada dua jenis pupuk yaitu pupuk cair dan padat. 

Cara memisahkan dua pupuk ini cukup dengan melakukan penyaringan. Gunakan kain bekas untuk menyaring pupuk organik tersebut.

Baca juga: Cara Membuat Pupuk Organik Cair untuk Merangsang Bunga dan Buah

Cara aplikasi pupuk organik dari daun kelor

Setelah dua jenis pupuk dipisahkan, langkah berikutnya yaitu melakukan aplikasi pupuk ke tanaman. Pupuk padat bisa diaplikasikan dengan cara ditabur di sekitar tanaman atau dicampur dengan tanah. 

Sedangkan, pupuk cair dari daun kelor perlu dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Lalu, siramkan ke akar tanaman atau disemprotkan ke daun. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

5 Tips Membasmi Hama Siput dari Kebun Sayur

5 Tips Membasmi Hama Siput dari Kebun Sayur

Pets & Garden
Kesalahan Mencuci Kain Mikrofiber yang Harus Dihindari

Kesalahan Mencuci Kain Mikrofiber yang Harus Dihindari

Do it your self
4 Cara Mengusir Semut dari Teras Rumah

4 Cara Mengusir Semut dari Teras Rumah

Do it your self
5 Ide Lantai Kamar Tidur yang Membuat Suasana Lebih Nyaman

5 Ide Lantai Kamar Tidur yang Membuat Suasana Lebih Nyaman

Housing
5 Ide Desain Jendela Dapur, Bikin Ruangan Lebih Terang

5 Ide Desain Jendela Dapur, Bikin Ruangan Lebih Terang

Decor
5 Penyebab Kucing Takut Air

5 Penyebab Kucing Takut Air

Pets & Garden
Cara Mencuci Seprai Satin agar Tetap Halus dan Tahan Lama

Cara Mencuci Seprai Satin agar Tetap Halus dan Tahan Lama

Do it your self
5 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Pembuangan Wastafel

5 Hal yang Tidak Boleh Dibuang ke Saluran Pembuangan Wastafel

Housing
8 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur tanpa Sinar Matahari

8 Tanaman Hias yang Tumbuh Subur tanpa Sinar Matahari

Pets & Garden
5 Hal yang Dapat Menarik Semut Muncul ke Rumah, Singkirkan Segera!

5 Hal yang Dapat Menarik Semut Muncul ke Rumah, Singkirkan Segera!

Housing
Tips Membersihkan Lap Dapur agar Kembali Kinclong dan Tidak Bau

Tips Membersihkan Lap Dapur agar Kembali Kinclong dan Tidak Bau

Do it your self
Simak, Cara Menyiram Sukulen dengan Benar

Simak, Cara Menyiram Sukulen dengan Benar

Pets & Garden
Bolehkah Menggunakan Boneka Binatang sebagai Dekorasi di Rumah?

Bolehkah Menggunakan Boneka Binatang sebagai Dekorasi di Rumah?

Decor
5 Cara Menjaga Rumah Tetap Bersih dan Rapi

5 Cara Menjaga Rumah Tetap Bersih dan Rapi

Housing
Cara Menyiram Bibit Tanaman dengan Benar

Cara Menyiram Bibit Tanaman dengan Benar

Pets & Garden
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com