Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 26/11/2022, 16:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak dari orang memiliki jadwal yang ditetapkan untuk mencuci seprai, tetapi hanya sedikit yang memperhatikan untuk mencuci bantal secara teratur. 

Dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur, sekitar delapan jam sehari, bantal tidak hanya kotor, tapi juga dapat menjadi tempat tungau berkembang. 

Baca juga: 3 Bahaya Tidak Pernah Mengganti Bantal Terlalu Lama

Jessica Hann, Direktur Senior Kemitraan di Avocado Green Mattress, perusahaan kasur organik, mengatakan seiring waktu, semua yang diserap bantal dapat menciptakan lingkungan ideal untuk tungau debu dan bakteri berkembang biak. 

Bagi mereka yang memiliki alergi, hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. "Seiring waktu, rambut, sel kulit mati, keringat, dan air liur dapat menumpuk di bantal," tambah ahli imunologi alergi yang berbasis di Carolina Selatan, Neil Kao, dilansir dari House Digest, Sabtu (26/11/2022). 

WebMD menjelaskan bahwa bantal memiliki jamur, bakteri, dan adenovirus yang dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, termasuk batuk, sakit tenggorokan, diare, juga mata merah.  

Baca juga: Hindari, Ini 5 Warna Sarung Bantal yang Dapat Mengganggu Tidur

Tidak semua bantal sama

Ilustrasi bantal.PIXABAY/manbob86 Ilustrasi bantal.
Namun, tidak semua bantal menarik debu dan kuman dengan cara sama. Menurut Healthline, bantal yang terbuat dari busa lateks, busa memori, gel, atau bahan hipoalergenik, kecil kemungkinannya menumpuk kotoran dan tungau debu.

Selain itu, penelitian menunjukkan bantal bulu angsa cenderung menawarkan tempat berkumpul yang baik untuk tungau debu dibanding yang terbuat dari wol.

Terlepas dari materialnya, bantal tetap perlu dicuci secara teratur dan frekuensi pencucian, tergantung pada faktor-faktor yang mencakup apakah Anda tidur dengan hewan peliharaan atau apakah Anda makan atau minum di tempat tidur? 

Melissa Homer, Kepala Petugas Kebersihan di MaidPro, mengatakan bantal tahan dicuci dan harus mencucinya setidaknya dua kali setahun atau setiap tiga bulan jika Anda banyak berkeringat, makan di tempat tidur, atau tidur bersama hewan peliharaan. 

HuffPost mengatakan mencuci bantal harus dilakukan setiap tiga bulan dan penutup luar bantal setiap tiga minggu sekali. 

Baca juga: Seberapa Sering Bantal Perlu Dicuci dan Kapan Harus Menggantinya? 

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+