Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Serangan Udara Israel Bunuh Komandan Hezbollah di Lebanon

Kompas.com - 08/04/2024, 15:57 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP

BEIRUT, KOMPAS.com - Serangan udara Israel semalam atau Minggu (7/4/2024) di Lebanon menewaskan seorang komandan Hezbollah.

Hal itu dikatakan militer Israel dalam sebuah pernyataan bahwa pesawat jet Israel telah melenyapkan Ali Ahmed Hussein dari Pasukan Radwan elit Hezbollah.

Pihak Israel sebelumnya menuduh Hussein melakukan serangan terhadap sasaran Israel dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga: 94 Orang Tewas akibat Kapal Feri Terbalik di Mozambik, Ini Penyebabnya

Dikutip dari AFP pada Senin (8/4/2024), setidaknya dua orang lainnya tewas dalam serangan itu, menurut militer Israel, media pemerintah Lebanon, dan sumber keamanan.

Militer Israel mengatakan Hussein telah melakukan banyak peluncuran ke wilayah Israel dari Lebanon sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 antara Israel dan kelompok Hamas, sekutu Hezbollah.

Hussein adalah komandan Pasukan Radwan organisasi Hezbollah di wilayah Hujeir.

Sementara itu, Hezbollah mengatakan salah satu pejuangnya, yang diidentifikasi sebagai Ali Ahmed Hussein dan dijuluki Abbas Jaafar, telah terbunuh, tanpa mengatakan di mana atau kapan dia meninggal.

Pernyataan Hezbollah tidak menyebutkan pangkat atau posisinya.

Namun sumber keamanan Lebanon mengatakan kepada AFP bahwa seorang komandan lokal dari unit Radwan (Hezbollah) tewas dalam serangan Israel bersama dengan dua anggota kelompok lainnya.

Sumber tersebut, yang berbicara tanpa menyebut nama, mengidentifikasi komandan tersebut sebagai Abbas Jaafar.

Kantor Berita Nasional resmi Lebanon melaporkan bahwa pesawat Israel menyerbu sebuah rumah yang dihuni di Sultaniyeh dan melaporkan ada tiga orang tewas dan sejumlah orang terluka.

Baca juga: Mesir Jadi Tuan Rumah Perundingan Baru Usai Pasukan Israel Pergi dari Gaza Selatan

Dijelaskan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar pada bangunan dan infrastruktur di dekatnya dan setidaknya 10 keluarga juga terkena dampaknya.

Diketahui, Israel yang semakin melancarkan serangan lebih dalam ke wilayah Lebanon dan menargetkan beberapa komandan Hezbollah, juga melaporkan mengenai sasaran lain di Lebanon selatan pada hari Minggu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Saat Utusan AS Kunjungi Israel, Pesawat dan Tank Tetap Gempur Gaza

Global
Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Pria China Tewas Saat Coba Olahraga Kontroversial Seperti Ini

Global
Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Berakhirnya Era Keluarga PM Lee di Singapura

Global
Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Filipina Ganti Komandan Militer di Laut China Selatan

Global
Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Serangan Israel di Kamp Pengungsi Gaza Tengah Tewaskan 20 Orang

Global
Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Raja Salman Nyeri Sendi dan Suhu Tinggi, Akan Jalani Tes Medis

Global
Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Demi Palestina, Mahasiswa Internasional di AS Rela Pertaruhkan Status Imigrasi...

Global
Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Rangkuman Hari Ke-815 Serangan Rusia ke Ukraina: Polandia Bangun Benteng di Perbatasan | 9.907 Warga Kharkiv Dievakuasi 

Global
Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Saat Kopi dari Berbagai Daerah Indonesia Tarik Minat Pengunjung Pameran Kopi Akbar di Australia...

Global
Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Hilang 26 Tahun, Omar Ternyata Diculik Tetangga Hanya 200 Meter dari Rumah

Global
Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Saat 800.000 Warga Terpaksa Tinggalkan Rafah Gaza, Pergi ke Daerah-daerah yang Tak Tersedia Air...

Global
Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Kabinet Perang Israel Terpecah, Benny Gantz Ancam Mundur

Global
[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

[UNIK GLOBAL] Anggota Parlemen Taiwan Adu Jotos | Pilu Kera Tergemuk di Thailand

Global
SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

SD Ini Tak Terduga Terima 8 Pasang Siswa Kembar, Begini Reaksi Para Guru

Global
Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Ukraina Siap Kerahkan Napi untuk Perang Lawan Rusia

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com