Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mesir Jadi Tuan Rumah Perundingan Baru Usai Pasukan Israel Pergi dari Gaza Selatan

Kompas.com - 08/04/2024, 13:27 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber Reuters

YERUSALEM, KOMPAS.com - Israel telah menarik banyak pasukannya dari Gaza selatan dan hanya menyisakan satu brigade saja pada Minggu (7/4/2024).

Terkait hal itu, Israel dan Hamas juga mengirimkan timnya ke Mesir untuk pembicaraan terbaru mengenai gencatan senjata di Gaza.

Diketahui, Israel mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS), untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza, terutama setelah pembunuhan tujuh pekerja bantuan pada pekan lalu.

Baca juga: 6 Bulan Perang Israel-Hamas, Ini Jumlah Korban Tewas Kedua Belah Pihak

Namun, juru bicara militer Israel tidak memberikan rincian mengenai alasan penarikan tentara atau jumlah tentara yang terlibat.

Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan pasukannya akan bersiap untuk operasi masa depan di Gaza.

Baik Israel maupun Hamas, kelompok Hamas itu membenarkan bahwa mereka mengirimkan delegasi ke Mesir.

Sebagaimana diberitakan Reuters pada Senin (8/4/2024), Hamas menginginkan kesepakatan apa pun untuk mengakhiri perang dan penarikan pasukan Israel.

Israel mengatakan bahwa setelah gencatan senjata apa pun, mereka akan menggulingkan Hamas, yang bersumpah akan menghancurkannya.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tidak akan ada kesepakatan tanpa pembebasan sandera dan dia tidak akan menyerah pada tekanan internasional.

Hamas mengatakan perjanjian itu harus mencakup kebebasan bergerak warga di seluruh Jalur Gaza.

Baca juga: Hari Ini, Israel Tarik Seluruh Pasukannya dari Gaza Selatan

Selain itu, ada sekitar 130 sandera masih ditahan di Gaza. Tetapi saat ditanya tentang penarikan pasukan dari daerah kantong tersebut, Kepala Staf Umum Israel Herzi Halevi mengatakan kepada wartawan bahwa militer sedang menyesuaikan metodenya dengan perang yang telah dan akan berlangsung lama.

Gallant mengatakan Israel akan melanjutkan perang sampai Hamas tidak lagi menguasai Gaza atau mengancam Israel sebagai kelompok militer.

"Pasukan keluar dan bersiap untuk misi berikutnya," jelas Gallant pada pertemuan dengan para pejabat militer. Untuk misi yang akan datang ialah di wilayah Rafah.

Israel mengatakan serangan ke wilayah Rafah, dekat perbatasan dengan Mesir, diperlukan untuk melenyapkan Hamas.

Hanya saja, negara-negara asing yang khawatir mengatakan serangan tersebut dapat menimbulkan korban jiwa yang tidak dapat diterima, karena lebih dari satu juta orang berlindung di sana.

Israel mengatakan akan mengevakuasi warga sipil sebelum melancarkan serangan.

Sementara itu, penduduk Palestina di kota Khan Younis di Gaza selatan, yang menjadi sasaran pemboman Israel dalam beberapa bulan terakhir, mengatakan bahwa mereka telah melihat pasukan Israel meninggalkan pusat kota dan mundur ke distrik timur.

Baca juga: Kapal AL Inggris Dikerahkan untuk Salurkan Bantuan ke Gaza

Beberapa warga Khan Younis yang selama ini berlindung di Rafah mulai kembali ke lingkungannya setelah pasukan Israel pergi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi Akan Diadakan di Teheran pada Rabu 22 Mei

Pemakaman Presiden Iran Ebrahim Raisi Akan Diadakan di Teheran pada Rabu 22 Mei

Global
Rangkuman Hari Ke-817 Serangan Rusia ke Ukraina: 29 Drone Dijatuhkan | Penembakan Rusia Tewaskan 2 Orang

Rangkuman Hari Ke-817 Serangan Rusia ke Ukraina: 29 Drone Dijatuhkan | Penembakan Rusia Tewaskan 2 Orang

Global
Di Iran, Meninggalnya Presiden Disambut Duka dan Perayaan Terselubung

Di Iran, Meninggalnya Presiden Disambut Duka dan Perayaan Terselubung

Global
Israel-Hamas Tolak Rencana ICC untuk Menangkap Para Pemimpinnya

Israel-Hamas Tolak Rencana ICC untuk Menangkap Para Pemimpinnya

Global
Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Internasional
Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Sebelum Ebrahim Raisi, Ini Deretan Pemimpin Lain yang Tewas dalam Drama Penerbangan

Global
Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Joe Biden Kecam ICC karena Berupaya Menangkap PM Israel

Global
[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

[POPULER GLOBAL] Presiden Iran Meninggal Kecelakaan | Kronologi Penemuan Helikopter Raisi

Global
China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan 'Satu China'

China: Dinamika Politik Taiwan Tak Akan Ubah Kebijakan "Satu China"

Global
Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Sejarah Orang Jawa di Kaledonia Baru, Negara yang Sedang Dilanda Kerusuhan

Global
Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Ketika 706 Orang Bernama Kyle Berkumpul, tapi Gagal Pecahkan Rekor...

Global
Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

Global
ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

ICC Ancang-ancang Keluarkan Surat Perintah Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

Global
Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Ukraina Jatuhkan 29 Drone Rusia dalam Semalam, Targetkan Barat, Tengah, dan Selatan

Global
Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Hari Ini, Kondisi PM Slovakia Stabil dan Membaik

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com