Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang Hamas-Israel Tewaskan 10.000 Orang di Gaza, Bagaimana Cara Menghitungnya?

Kompas.com - 07/11/2023, 17:17 WIB
Aditya Jaya Iswara

Penulis

Sumber AFP

GAZA, KOMPAS.com - Perang Israel-Hamas yang telah berkecamuk sebulan sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 10.000 orang.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, Ashraf Al Qudra, pada Senin (6/11/2023) mengumumkan 10.022 kematian di Jalur Gaza saat perang memasuki hari ke-31.

Dia menambahkan, semalam setidaknya 292 warga Palestina tewas dalam serangan intensif Israel.

Baca juga: Korban Tewas di Gaza Capai 10.022 Orang, Cukup Sudah, Hentikan Perang...

Dikatakan juga bahwa sebagian besar korban tewas adalah warga sipil termasuk 4.000 anak-anak, lebih dari 2.600 perempuan, dan tak kurang dari 25.000 orang luka-luka.

Sementara itu di Israel, pihak berwenang menyebutkan bahwa 1.400 orang tewas dalam serangan mendadak Hamas, mayoritas adalah warga sipil.

Dikutip dari kantor berita AFP, berikut adalah cara Kemenkes Gaza yang dikelola Hamas menghitung jumlah korban tewas di Gaza.

1. Daftar nama

Kondisi terkini perang Israel-Hamas. Foto dari rekaman video AFPTV ini menunjukkan warga Palestina mencari korban selamat di kawah akibat serangan Israel ke kamp pengungsi di Jabalia, Jalur Gaza, 31 Oktober 2023.AFP/FADI ALWHIDI Kondisi terkini perang Israel-Hamas. Foto dari rekaman video AFPTV ini menunjukkan warga Palestina mencari korban selamat di kawah akibat serangan Israel ke kamp pengungsi di Jabalia, Jalur Gaza, 31 Oktober 2023.
Validitas angka-angka Kemenkes Gaza itu dipertanyakan oleh Presiden Amerika Serikat Joe Biden, yang teguh mendukung Israel dan menentang gencatan senjata.

Pada Senin (6/11/2023), Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya hanya menggunakan angka-angka itu secara internal karena tidak ada organisasi lain yang menghitung jumlah kematian di Gaza, tetapi masih meragukan angka tersebut.

“Tak ada seorang pun di pemerintahan ini yang menyangkal adanya kematian,” kata juru bicara Deplu AS Vedant Patel.

Namun, dia menuding Hamas memiliki rekam jejak yang membesar-besarkan dan tidak akurat mengenai korban jiwa.

Untuk membuktikan kredibilitas angka-angka tersebut, pada 26 Oktober 2023 Kementerian Kesehatan Gaza menerbitkan daftar hampir 7.000 nama yang semuanya dikatakan tewas dalam perang Hamas vs Israel terbaru.

Daftar ini mencakup jenis kelamin, usia, dan nomor identitas setiap orang yang tewas.

Menurut Kemenkes Gaza, pihaknya menerbitkan daftar itu untuk mengungkapkan rincian dan nama-namanya kepada seluruh dunia, sehingga dapat diketahui kebenarannya.

Di dokumen juga dijelaskan, rumah sakit pemerintah yang berada di bawah pemerintahan Hamas memasukkan informasi pribadi dan nomor identitas korban tewas ke database komputer setelah jenazah tiba atau meninggal karena luka-lukanya,

Data ini kemudian dikirim setiap hari ke daftar pusat para martir di Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Negara yang Dukung dan Kecam Serangan Israel ke Gaza

Halaman Berikutnya
Halaman:
Baca tentang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com