WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Jumat (31/3/2023) menolak mengomentari dakwaan terhadap pendahulunya, Donald Trump.
Sehari sebelumnya, Trump didakwa membayar uang tutup mulut kepada mantan bintang porno Stormy Daniels jelang pilpres AS 2016, sehingga menjadi mantan Presiden AS pertama yang menghadapi tuntutan pidana.
Kantor berita AFP melaporkan bahwa Biden, yang mengunjungi Mississippi hari itu, sengaja tidak menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan yang menyaksikan keberangkatannya dari Gedung Putih.
Baca juga: Resmi Didakwa, Donald Trump akan Dipenjara?
Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan Alvin Bragg--anggota Demokrat--mengonfirmasi bahwa pihaknya pada Kamis (30/3/2023) menghubungi pengacara Trump untuk mengoordinasikan penyerahan diri Trump.
Adapun Trump yang dianggap sebagai calon terdepan dari Partai Republik untuk pilpres AS 2024, mengecam dakwaan tersebut sebagai penganiayaan politik dan campur tangan pemilu.
Dia juga bersumpah bahwa ini akan menjadi bumerang bagi Biden, yang akan mencalonkan diri lagi untuk tetap di Gedung Putih.
Baca juga:
Dampak dakwaan terhadap peluang Trump di pilpres AS belum bisa diprediksi.
Para kritikus dan oposisi sama-sama khawatir tentang manfaat hukum dari kasus uang tutup mulut Trump.
Dikhawatirkan jika Trump dibebaskan, setiap dakwaan selanjutnya akan lebih mudah diabaikan dan dianggap sebagai "perburuan penyihir" (mencari-cari kesalahan), seperti upaya Trump untuk membatalkan hasil pilpres AS 2020 di negara bagian Georgia.
Dakwaan di Manhattan ini juga dapat meningkatkan jumlah pemilih di kalangan basis massa Trump, sehingga menambah peluangnya di pemilihan pendahuluan (primary) partai.
Baca juga: Kronologi Kasus Trump dengan Bintang Porno Stormy Daniels dan Isu Uang Tutup Mulut Rp 2 Miliar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.